My Journey, My Story, and My Dream

September 24, 2008

Stasiun Pria Punya Selera ???

Filed under: Cuma mikir — ayacerita @ 1:59 pm

Suatu siang yang panas, saya menjejakkan kaki turun dari KRL AC Ekonomi di lantai Stasiun Jakarta Kota yang cukup ramai di hari Sabtu itu. Setelah menyerahkan karcis di pintu keluar, saya menuju pelataran stasiun untuk menunggu rekan. Saya memang biasa janjian di stasiun kota, tempat ini strategis, dan cukup bersih dan aman untuk menjadi tempat menunggu rekan yg telat datang.

Saya duduk di batu-batu yang menjorok dari alas kolom stasiun yg tinggi-tinggi. Sambil memperhatikan suasana sekeliling, saya teringat bahwa saya pernah mencari Ruang Kepala Stasiun untuk meminta izin melakukan pemotretan disana. Tapi dimana yah ruang Kepala Stasiun itu, seharusnya tidak jauh dari tempat saya duduk, tapi kenapa yang saya lihat hanya ini:

 

Pertama kali saya hanya dapat melihat tag “Pria Punya Selera”. Saya memang seharusnya menggunakan kaca mata minus, tapi karena hanya 1,5 jadi saya hanya pakai kalau harus ikut meeting di kantor yg perlu presentasi dengan LCD, karena tulisannya kecil-kecil, di luar itu, saya tidak terbiasa pakai kaca mata. Penasaran karena saya yakin ruangan itu harusnya Ruang Kepala Stasiun, akhirnya saya berdiri dan mendekatinya, ternyata:

 

Wah benar, baru kelihatan sekarang, ini benar-benar Ruang Kepala Stasiun, bukan ruangan Pria Punya Selera, atau Kepala Stasiun adalah Pria Punya Selera ^_^. Hmm, ternyata bukan ruang ini saja yang berlogo demikian, lihatlah:

Kemudian ada yang lebih besar, tepat di pintu masuk:

 

Ada di papan informasi jadwal keberangkatan kereta:

 

Memang serbuan si Pria Punya Selera ini sudah meliputi seluruh Stasiun Kota, untung saja namanya tidak berubah jadi Stasiun Pria Punya Selera. Sponsor perusahaan rokok memang sudah kemana-mana, mulai dari event musik sampai event olahraga, sudah beberapa tahun ini Liga Sepak Bola Indonesia selalu disponsori oleh perusahaan rokok.

Tapi saya memang menyadari sejak banyaknya tag Pria Punya Selera ini, Stasiun Kota memang jadi lebih bersih dan tertib. Ubin lantai yang dulu banyak pecah-pecah sekarang sudah mulus, loket karcis yang memuat informasi lebih banyak, lebih bersih karena banyak cleaning service, lebih terang apalagi kalau malam, adanya koridor untuk penumpang yang keluar stasiun dan harus menyerahkan karcis kereta. Dulu pintu keluar bisa muat 4-5 orang, jadi kalau hanya ada 2 petugas di kanan kiri pintu, banyak penumpang ‘gelap’ yang tidak memiliki karcis bisa lolos, sekarang dengan dibuatnya koridor-koridor yang hanya muat 1 orang, penumpang ‘dipaksa’ baris satu persatu dan menyerahkan tiketnya.

Pertanyaannya kemudian, apakah hanya perusahaan rokok yang bisa mengubah Stasiun Kota menjadi lebih bersih dan tertib? Bukan hanya Stasiun Kota tetapi beberapa stasiun besar di kota lain pun disponsori oleh perusahaan rokok. Apakah perusahaan lain tidak bisa menjadi sponsor yang mendukung kebersihan dan ketertiban?

Tetapi mungkin masih lebih baik daripada kenyataan bahwa rokok mensponsori pertandingan olahraga dan pertunjukan musik di kampus-kampus. Apakah tidak ada yang peduli dengan makin mudanya usia perokok di Indonesia?

 

 

 

5 Comments »

  1. sebetulnya sih itu emang kerjasama pt ka sama pihak djarum ya,jadi semua stasiun kreta harus pake logo itu semua, miris ya di saat negara2 di eropa dan amerika membatasi iklan rokok, kita malah gencar2nya memasang iklan rokok, katanya amerika lebih takut akan ekspansi rokok drpd majalah playboy nah kalo kita lebih takut playboy drpd rokok

    Comment by lasta — September 25, 2008 @ 2:10 pm | Reply

  2. minta izin make gambarnya…boleh tak…

    BTW, saya juga menganggap iklan rokok di tempat seperti stasiun itu bener2 ga bertanggung jawb.

    Comment by irvan — April 27, 2009 @ 2:36 pm | Reply

    • silakan dipakai, tapi jgn lupa tulis sumbernya yah hehe, berasa jadi fotografer profesional

      Comment by ayacerita — May 12, 2009 @ 1:10 pm | Reply

  3. hebat, keren juga tulisannya. lucu tapi mendidik ;P

    Comment by java_zero — October 11, 2010 @ 1:05 pm | Reply

    • thanks …
      tp skrg Stasiun Kota sudah berubah kok, mungkin kontraknya udah abis kali yah? hehe

      Comment by ayacerita — October 11, 2010 @ 1:23 pm | Reply


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: