My Journey, My Story, and My Dream

October 14, 2008

Pura-pura Tidur

Filed under: Cuma mikir — ayacerita @ 1:23 pm

Tidur adalah kegiatan yg sangat menyenangkan, apalagi kalau badan sedang capek dan butuh istirahat. Tidur bisa dilakukan dimana saja, di tempat tidur, di sofa, di dalam bis, kereta, atau mobil.

Tidur di dalam kendaraan umum bukanlah kejadian yg aneh. Baik pagi atau sore saat jam pergi dan pulang kantor, pasti banyak pekerja yg tidur pulas di atas bangkunya. Apalagi kalau semalam berasa tidurnya kurang, pasti maunya tidur pas di bus/kereta, tapi kalau ternyata di bus/kereta gak dapat duduk, akhirnya banyak orang yg menggunakan bakat sirkusnya. Tidur sambil berdiri. Sementara tangan pegangan pada besi di atas kepala atau badan bersender di kursi, mata terpejam sambil menjaga keseimbangan posisi tubuh. Ups, kalau tiba-tiba mengerem, yah, boleh malu sedikit kalau tiba-tiba badan sempoyongan.

Apakah aman tidur di dalam bis/kereta? Jawabnya relatif. Aman jika tidur dalam posisi duduk, dekat jendela, tangan menggenggam erat tas/dompet, dan kebetulan tidak ada orang yg berniat jahat di sekeliling anda. Saya sendiri penggemar tidur di dalam bis/kereta, apalagi kalau pulang kantor, lumayan, walaupun hanya 1/2 jam. Daripada mata melek dan nunggu macet di depan gak selesai-selesai, lebih baik tidur.  Tapi sebelumnya pastikan dulu, tangan menggenggam erat tali tas, yg duduk di sebelah “bertampang orang baik-baik”.

Sial kalau badan capek dan ingin tidur ternyata gak dapat duduk, yah akhirnya, hanya termanyun melihat kenikmatan penumpang lain yg dapat duduk dan sedang tidur membayar keasyikan tidur yg terganggu karena harus berangkat kerja.

Duduk dan tidur memang hak semua penumpang di tanah air ini, tapi bagaimana jika pura-pura tidur padahal di depannya ada ibu hamil, ibu menggendong balita, atau orang tua renta yg harus berdiri? Bukan sekali dua kali saya menemukan anak-anak muda nan sehat langsung pura-pura tidur melihat ada ibu hamil masuk ke dalam bis atau ibu dengan anak-anak kecilnya, yg harus digendong dan dituntun tapi terpaksa berdiri karena bis/kereta penuh.

Di kereta AC Jabotabek, setiap gerbong punya kursi khusus untuk orang -orang khusus di atas (termasuk penyandang cacat), harusnya, dgn logika orang yg tidak harus “smart” pun bisa dikatakan kursi itu memang untuk orang-orang khusus ini. Tapi tetap saja ada orang-orang yg nekat duduk di kursi khusus dan tidak memberikan kursinya itu ke orang-orang khusus yg sudah berdiri di depannya. Oh walah, dimana rasa pedulinya yah?

Teman lama saya adalah orang yg sangat vokal bila melihat ketidakadilan seperti ini, jika ia melihat ada orang yg pura-pura tidur padahal ada ibu hamil berdiri tanpa ragu dia akan bilang, “Mas, dulu lahir gak lewat Ibunya yah? Lihat ibu hamil berdiri gak mau ngalah!” atau “Mas, di belakang mas duduk tuh ada tulisannya “buat ibu hamil” Mas emang lagi hamil?!” Wah, biasanya kalau sudah ada yg nyeleteuk begini, baru deh bnyk orang juga yg maksa dia untuk bangun, kalau masih punya malu, biasanya langsung dikasih tuh kursi dan mata langsung jadi segar. Tapi kalau persediaan stok malunya tipis, biasanya  malah balik marah, baru setelah diomelin orang segerbong, dia bangun dan pindah ke lain  gerbong, dan langsung seruan “huuuuuuuuuu” bergema di gerbong kereta.

“Peduli” memang sudah agak sulit ditemukan. Tidak perlu sampai mengadakan pembagian zakat/angpao yg mengundang masyarakat banyak, cukup dgn memberikan kursi kepada orang tua renta, ibu hamil, ibu bawa anak, dan penyandang cacat, cukup bangun dari pura-pura tidur dan memberikan kursinya.

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: