My Journey, My Story, and My Dream

April 20, 2009

Teman baru ketinggalan kereta

Filed under: Simple n ringan aja — ayacerita @ 4:29 pm

Ini kejadian nyata, tapi bukan saya yg alami, ini dialami oleh suami, yg saat kejadian bahkan kita belum berkenalan.

Kejadiannya dimulai ketika ada 4 orang lulusan SMU di tahun 1999, yg sedang menunggu kereta menuju Depok di Stasiun Kota. Ceritanya, Bronsen dan kawan2 akan mengikuti UMPTN di Balairung UI Depok. Sambil menunggu, tiba-tiba mereka didatangi seorang Bapak bersama anak perempuannya. Bapak itu bertanya apakah mereka akan ke UI untuk UMPTN, dijawab dengan kompak, “Yah Pak.”

Nah si Bapak, dgn penuh kepercayaan, menitipkan anaknya kepada Bronsen dkk karena kebetulan si anak ternyata mau ikut UMPTN juga, jadi ceritanya berangkatnya barengan gitu lah. (Aq juga ga ngerti, si Bapak kok percaya bangat yah sama 4 cowok ini?).

Nah ceritanya kereta datang dan 4 orang cowok dan seorang cewek yang baru dikenal ini berangkat. Sambil memperhatikan nama stasiun setiap kali kereta berhenti, maklum baru pertama kali, dan perjalanan kereta api dari Kota ke UI itu melewati belasan stasiun. Mereka dengan yakin harus turun di Stasiun Pondokcina karena merupaka stasiun yg paling dekat dgn Balairung.

Nah, saat kereta memasuki Stasiun UI, mereka siap-siap menunggu dekat pintu keluar biar gak kebawa kereta sampe Depok, tetapi pada saat sudah sampai di Stasiun Pondok Cina, kok keretanya tidak berhenti. Alhasil, paniklah mereka, waduh, berbagai pikiran buruk mulai muncul, dari mulai gak jadi ikut UMPTN sampe nanti kesasar sampe Depok. Deg-degan dan panik.

Tetapi tiba-tiba selepas Stasiun Pondok Cina, kereta berhenti tetapi tidak stasiun, dan refleks, 4 cowok ini loncat dari kereta, dan buru-buru lari menuju Balairung, dan juga … meninggalkan si cewek yg sudah dipercayakan kepada mereka berempat ini.

Sampai saat ini, Bronsen dengan jujur dan merasa bersalah mengakui bahwa ia tidak tahu apakah si cewek ikut lompat atau tidak (yg ini sih saya ragu, soalnya kalo ga berhenti di stasiun dan gak ada yg megangin, saya jg takut loncat dari kereta), apakah ia akhirnya ikut tes UMPTN dan menjadi salah satu mahasiswi UI, atau ia terbawa ke stasiun Depok dan gimana nasibnya kemudian, apakah si Bapak menyusul, apakah si cewek tsb kembali naik kereta ke arah berlawanan? Tidak ada yg tahu sampai saat ini.

Dan di blog ini, saya mewakili suami saya yg bandel ini, Bronsen, meminta maaf sama si cewek, yg sudah dgn panik dan tidak sengaja sebenarnya, meninggalkannya di kereta. Hayo .. temen-temen pembaca yg merasa mengenal gadis ini, tolong dimintamaafkan yah.

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: