My Journey, My Story, and My Dream

May 12, 2009

Pejalan Kaki

Filed under: Cuma mikir — ayacerita @ 12:53 pm

There are 2 new malls near my house (sebenarnya rumah mertua sih), Pluit Junction n Emporium Pluit.

Pluit Junction mengusung konsep tempat nongkrong, banyak kafe dan restoran, Amazone yg keren, studio XXI, dan Celebrity Fitness. Gak bisa window shopping karena memang gak ada butik atau toko baju, kecuali 1 toko baju tidur di lantai 2 kalo gak salah.

Pluit Junction

Emporium Pluit, mengusung konsep wah, secara ada SOGO, Charles n Keith, tapi ada Timezone, Gramedia, n Studio XXI, plus Carrefour. Gak tahu juga kenapa Carrefour, harusnya kalo SOGO pasti pasangannya Ranch Market atau supermarket lain yg harganya mahal. Tapi abis belanja di Carrefour susah juga sih ke SOGO, soalnya Carrefour letaknya di lantai basement sedangkan Travellator cuma tersedia sampai lantai dasar. Jadi, gak bisa jalan-jalan ke lantai atas sambil bawa-bawa belanjaan.

Emporium Pluit2 mall ini terletak bersebrangan 1 sama lain di sebuah perempatan Pluit. Tapi bagi saya pribadi, sayangnya mall-mall ini kok gak peduli sama pejalan kaki yah? Sebagai bukti, tidak ada pintu masuk khusus dari jalan raya untuk pejalan kaki. Pejalan kaki masuk lewat jalan masuk mobil, harus hati-hati takut ada mobil dari belakang yg bisa tiba-tiba muncul, dan harus ekstra hati-hati kejedut palang parkir kalo gak liat ada palang di depan.

Emporium Pluit memang menyediakan tangga masuk, tapi di atas tangga masuk juga jalanan masuk mobil, jadi pejalan kaki juga harus ikut memutari jalanan, karena gak mungkin lompatin taman/air mancur kan? Dan di jalanan mobil ini juga tidak ada trotoar khusus untuk pejalan kaki, jadi mesti ekstra hati-hati juga, jangan sampai niatnya ngeceng malah benjol kejedut palang parkir.

Saya suka berjalan kaki, daerah yg saya suka adalah di sekitar Monas, dulu waktu kerja masih naik kereta api, saya turun di Gambir dan jalan kaki ke kantor saya di belakang Departemen Migas. Pedestriannya lebar, gak takut ada mobil nyelonong, juga gak ada motor yg serakah masuk ke pedestrian.

Tidak seperti di Jln Gajah Mada daerah Glodok, trotoarnya ada tetapi penuh dengan pedagang dan parkiran motor, jadinya pejalan kaki terpaksa mengalah dan jalan kaki di jalanan umum, minggir-minggir biar gak diserempet motor atau mobil.

Kapan yah jalan di Jakarta bisa punya trotoar lebar-lebar, minimal yg seukuran sekeliling Monas deh? Bukan mimpi kan?

2 Comments »

  1. gw blm pernah ke dua2nya yenn.. huhu.. *norak bgt yah gw hehehe* jauh bener seh..

    btw akhirnya diupdate lg blognya.. rajin2 yaa, g suka baca tulisan elo.. ^^

    Comment by xoxo_anna — May 12, 2009 @ 8:19 pm | Reply

  2. boleh tuh kritiknya dimasukin ke koran🙂 heheheh. belon pernah ke imperium :((

    Comment by zener — May 13, 2009 @ 8:45 am | Reply


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: