My Journey, My Story, and My Dream

August 11, 2009

How to survive di jalanan

Filed under: Cuma mikir — ayacerita @ 2:19 pm

Apakah kamu pernah melihat orang yg terkapar di jalanan akibat kecelakaan hanya menjadi tontonan tanpa seorang pun yang menolong? Atau mungkin pernah mengalaminya sendiri?

Di jalanan, terutama di jalanan Jakarta, banyak kecelakaan yang terjadi dan si korban tidak ditolong sedikitpun, bahkan ada yang akhirnya meninggal karena terlambat ditolong.

Beberapa waktu lalu Mamah saya sendiri menjadi korban tabrak lari, ditabrak sepeda motor yang dikendarai anak ABG sampai jatuh telentang di tengah jalan, sampai bangun sendiri, tidak ada seorang pun yang menghampiri menolong, padahal saat itu kondisi jalan ramai banyak orang. Mamah saya kesal dan sedih, sampai begitukah minimnya rasa peduli orang Jakarta melihat orang yg terkena kecelakaan? Tapi di sisi lain Mamah saya bersyukur tidak ditolong karena ingat 2 minggu sebelumnya saya dan Bronsen juga mengalami kecelakaan sepeda motor. Yah sepeda motor kami keserempet motor lain, kami jatuh, dan tanpa sadar Handphone saya mental. Untungnya ada teman yg melihat HP saya jatuh dan dipungut oleh Bapak yang “menolong” orang yg menyerempet kami. Ketika saya tanyakan HP saya yg jatuh pada bapak yg “menolong” ini, dia langsung bilang itu bukan HP saya, tapi HP orang yg menyerempet. Saya kesal, saya langsung bilang, “Itu HP saya!”, dan dia keukeuh bilang itu bukan HP saya, tahu dari mana coba itu HP saya atau bukan. Saya langsung paksa dia nunjukin HP-nya, ternyata dari tadi HP itu digenggamnya, dan pas dia buka genggamannya langsung saja HP itu saya rebut, dan itu benar-benar HP saya. Mamah saya takut, karena waktu kejadian lagi sendirian dan membawa uang belanja cukup banyak, nanti ada orang yang niatnya menolong tapi akhirnya seperti kejadian yg saya alami.

Almarhum seorang teman suami, sebelum kematiannya ia mengalami kecelakaan parah, waktu itu ia sendirian mengendarai sepeda motor dan mengalami kecelakaan. Banyak orang yang menontonnya dan salah seorang yg menonton mengambil HP korban, lalu berjalan menjauh, tapi mungkin si copet ini masih punya hati nurani sedikit, dia menelepon nama pertama di Phone Book HP dan mengabarkan bahwa si pemilik HP sekarat kecelakaan motor dan oleh warga dibawa ke RS mana.

Di sisi lain, Papah teman saya pernah malam-malam menolong seorang anak korban tabrak lari yg terkapar di jalan. Si Om yg baik hati ini kasihan dan membawa si anak ke rumah sakit. Tahukah teman apa yg terjadi kemudian? Tiba-tiba seorang polisi dan beberapa orang lain mendatangi si Om dan menuduh Om tsb yg menabrak si anak, sampai-sampai orang-orang yg bukan polisi ini mengaku melihat sendiri si Om yang nabrak dan bersedia jadi saksi. Si Om sampai bersumpah-sumpah dan marah tidak mengakui melakukan hal itu, tapi mereka tetap menuduh si Om, akhirnya bisa ditebak, pakai jalan damai, uang bicara.

Jadi dengan kejadian ini kadang jadi dilema, disisi korban ingin ditolong tetapi mereka takut jadi korban kejahatan berikutnya. Di sisi orang yg menonton kecelakaan, inginnya menolong tapi mereka malah jadi kambing hitam dituduh sebagai orang yg bertanggung jawab. Kalau seperti ini terus, bagaimana bisa tolong-menolong? Lama-lama, orang-orang akan semakin cuek melihat kesusahan orang lain di sekitarnya.

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: