My Journey, My Story, and My Dream

August 13, 2009

Alamak, ada teroris

Filed under: Cuma mikir — ayacerita @ 2:04 pm

Kaget bangat pas baca Kompas kemarin soal Ahmad Ferry tersangka teroris yg mengontrak rumah di Jatiasih. Soalnya menurut Kompas yang saya baca, si Ahmad Ferry ini pernah terdaftar di Kartu Keluarga sebuah alamat di Kampung Teluk Buyung, Marga Mulya, Bekasi. Hah, itu kan alamat rumah saya! Bagaimana bisa? Berarti masih tetangga dong sama saya?!

Kalau menurut info, si Ahmad Ferry ini numpang nama di KK salah satu keluarga biar bisa bikin KTP buat kawin lagi. Aduh Pak Tetangga, masa merestui orang yang mau kawin lagi, terus ternyata orang itu teroris lagi. Terus yah, kok gampang bangat bikin KTP baru, pasti bayar nih. Siapa pun tahu kan, kalau ada uang, masalah birokrasi jadi gampang. Menurut mamah saya, banyak polisi datang sabtu dan minggu kemarin, memanggil orang-orang Kelurahan dan Pak RT untuk diminta keterangannya. Yah semoga saja dengan kejadian ini, mereka makin aware kalau ada orang baru tiba-tiba minta buat KTP Bekasi tetapi gak punya KTP tinggal sebelumnya.

Wah, gak nyangka, sempet “tetanggaan” ma teroris, soalnya rumah Bapak Tetangga paling jauh berjarak 200 meter dari rumah saya dan keluarga. Si bapak tetangga sih ngakunya gak curigaan, soalnya si AF ini sopan, santun, rajin sembahyang, pintar ilmu agama, dlsb deh. Makanya sempat tinggal di rumah dan “nolong” dia bikin KTP.

Duh, padahal saya merasa tempat tinggal saya itu paling aman. Memang bukan perumahan berportal dan dijaga satpam, tapi hanya sebuah “kampung” dimana masyarakat asli dan pendatang sudah sangat berbaur. Mungkin karena biasa kedatangan pendatang baru kali yah, jadi kewaspadaan masyarakat berkurang. Pendatang baru mudah diterima kalau kita tahu bahwa dia saudara Bapak A dari kampung, famili Ibu C mau kerja di kota, atau karyawan baru PT anu yg butuh kontrakan (kebetulan dekat rumah ada beberapa pabrik cukup besar sehingga banyak yang mengontrak rumah di sekitar pabrik). Kalau sudah tahu sedikit soal asal-usul si pendatang, langsung diterima tanpa curiga.

Yah jadi pelajaran buat kita semua deh kalau gitu. Soalnya teroris itu bukan hanya musuh polisi tetapi musuh bersama. Harusnya sejak dulu kita sudah aware dan waspada sama pendatang baru, gak usah sampai parno, minimal Pak RT bisa mengkonfirmasikan asal-usul orang tersebut dari surat-surat keterangan diri yang asli bukan aspal. Terus warga juga jangan sembarang berbaik hati masukin nama orang yang tidak cukup dikenal masuk ke Kartu Keluarga. Bisa-bisa seperti si Bapak Tetangga ini, maksudnya menolong malah jadinya tidak beruntung dan harus berhadapan dengan Bapak-bapak berseragam coklat.

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: