My Journey, My Story, and My Dream

November 25, 2009

Kriteria Orang Baik

Filed under: Cuma mikir,Pregnancy — ayacerita @ 2:35 pm

Lagi hamil gini, sering bangat diblgin sama orang-orang yg perhatian bahwa saya tidak boleh benci bangat atau suka bangat sama sesuatu, nanti bisa-bisa anaknya mirip orang tsb. Serem yah, coba kalo yg suka nonton Dunia Binatang, waduh …. mesti dibikin netral, tapi saya sih biasa aja pas saya tahu saya suka Nicholas Saputra, yah gpp kan kalo anaknya mirip Nicholas Saputra hehe.

Tapi yg susah tuh kalo misalnya kita bukan gak suka sama seseorang tapi sama sikapnya, itu termasuk pantangan ini gak yah?

Ceritanya gini, saya sempet bingung, kenapa yah banyak orang yg menyimpulkan kalau orang baik itu adalah orang yg gak pelit, sebaliknya orang pelit itu adalah orang yg gak baik, tapi masalahnya orang yg punya anggapan demikian justru memperlakukan orang pelit itu lebih pelit lagi. Jadi sebenarnya siapa orang baik itu?

Pelit disini bukan pelit dalam artian pelit kepada pengemis, fakir miskin, ataupun pelit karena dia tidak pernah membantu orang yg kesusahan. Tapi pelit disini simple bangat, cuma karena si X gak pernah bagi-bagi makanan di kantor, jarang bawa makanan yg bisa dimakan sama-sama, ulang tahun pun lupa bawa kue, si X langsung dianggap pelit yang akhirnya dengan penghakiman tertentu ekuivalen dgn orang tidak baik.

Tapi si Y yg kebetulan memang suka beli gorengan, rujak, ataupun cemilan lainnya langsung dianggap orang baik; sebaik-baiknya.

Padahal menurut saya orang pelit itu pasti punya alasannya masing-masing. Misalkan dia sudah sarapan di rumah, masa iya dia masih harus bawa-bawa makanan ke kantor dalam jml banyak; terus orang yg baru balik dari luar kota karena suatu dinas dan tidak mendapatkan allowance luar kota malah harus nombok gara-gara pulsa telepon yg membengkak, masa iya dia masih harus bawa oleh-oleh yg kesannya dibikin wajib hukumnya; ada juga orang yg cuek yg merasa gak pernah ngemil, ngapain dia bawa-bawa cemilan ke kantor, bikin meja kotor aja kan?

Dulu saya punya teman yg saya anggap pelit, setiap kali makan diluar, dia gak pernah beli minum, walaupun cuma air putih, dia tahan haus sampe balik kantor, dan minum di kantor. Terus kalo ultah, dia pura-pura lupa hehe. Tapi gak ada yg memperlakukan dia berbeda, teman saya sih cuek saja nawarin dia cemilan walaupun disindir-sindir, minumnya air putih aja yah. Ternyata dibalik sikapnya itu, dia punya rencana besar, dia mau pindah ke SG, cari kerja disana, dan rencananya dia gak mau numpang tinggal sama kakaknya, tapi mau sewa apartemen sendiri. Jadi dari mulai dari saat itu dia sudah menabung untuk keinginannya itu, dan sekarang dia sudah enak kongkow-kongkow di SG, dapat pekerjaan layak dan apartemen yg bisa dia sewa sendiri.

Nah yg terjadi sekarang, orang-orang yg gak pernah bawa makanan dianggap orang pelit dan orang tidak baik sehingga kalau misalkan si A punya makanan, dia cuma nawarin sama orang-orang yg dia anggap baik. Misalkan si A ini punya gorengan, terus ada si B, C, D, E, dan F. Si E dianggap pelit, sehingga dengan keterusterangan yg menurut saya kurang manusiawi, si A bisa teriak nawarin gorengan pada B,C,D, dan F, padahal mereka semua duduk bersebelahan. Ya ampun, tega bangat kan tuh?

Yang menurut saya lebih membingungkan dari urusan judging people by food ini, jika makanannya ini bukan punya si A sendiri, yah misalkan ada supplier yg baik hati antar kue, atau ada yg kebetulan bawa brownies, yg tentunya bukan punya si A. Nah si A ini dengan segala kuasanya bisa aja tuh bagi-bagi kue dengan cara di atas, tidak mengacuhkan orang-orang yg dia anggap pelit; nanti kalau ada sisa, baru deh ditawarin.

Hua … saya jadi bingung deh sama kriteria orang baik yg kaya gini, sebenarnya siapa yg lebih baik, orang yg dari awal emang gak niat bawa n bagi-bagi makanan atau orang yg punya makanan tapi dengan sengaja tidak menawarkan kpd orang-orang tertentu cuma karena menurut pendapatnya mereka orang pelit dan bkn orang baik????? Bingung yah …

Yang jelas, sekarang saya sedang berusaha hanya tidak menyukai sikap judging ini bukan tidak menyukai orang-orang yg memiliki sifat seperti ini. Demi bayi yg saya kandung, semoga dia terlahir dengan sifat dan sikap yg bisa dibanggakan, terutama sekali agar dia tidak suka menghakimi seseorang hanya dari luarnya saja.

Don’t judge the book by it’s cover!!!

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: