My Journey, My Story, and My Dream

February 6, 2010

Untung dan Rugi

Filed under: Pregnancy,Simple n ringan aja — ayacerita @ 10:22 am

Bukan, ini bukan mau ngebahas tentang dunia usaha, tapi cuma mau cerita aja obrolan singkat saya dengan seorang supir M08 jurusan Tanah Abang – Kota.

Di kehamilan 33 minggu ini dimana perut sudah sedemikian besar dan mancung, jadi setiap kali naik angkot saya memilih duduk di samping pak supir yg sedang bekerja. Karena kalau duduk di belakang, kursinya cenderung pendek jadi bikin saya begah dan sesak ketika duduk, sedangkan kalau di kursi depan kursinya agak tinggi, sehingga saya bisa duduk dengan nyaman. Walaupun tetap aja ada resikonya sih duduk di depan yaitu si supir sering merokok. Jadi kadang sebelum naik angkot, saya pilih yg di depannya kosong plus si supir atau 1 penumpang yg sudah duduk di sebelahnya tidak merokok sambil berkata maaf karena gak jadi naik.

Kalau si supir atau penumpangnya ngeh dan baik hati biasanya rokoknya langsung dibuang (dan buangnya sembarangan, grrr), tapi kalau mereka gak ngerti, biasanya saya diomelin, yah nasib deh. Padahal bukan salah saya kan kalau saya memilih angkot yg kondusif untuk saya dan bayi yg saya kandung ini.

Nah, masuk ke judul deh … ceritanya hari itu pulang kerja saya naik M08, duduk di depan dan si supir tidak merokok, walaupun saya lihat di dashboard mobilnya ada keretan dan rokok, tapi kayanya dia menahan diri untuk tidak merokok karena¬†melihat saya hamil. Awalnya sih saya tidak mengobrol dengan dia, tapi pas memasuki kawasan kota yg super macet tiap sore, si supir mulai ngajak saya ngobrol.

“Hati-hati lho, Ci, kalau lagi hamil gini.”

“Iya Pak, makasih yah Pak.”

“Bukan kenapa-napa, orang hamil gak kenapa-napa juga dioperasi.”

“Caesar maksudnya?”

“Iyah, caesar, padahal kan gak kenapa-napa tuh.”

“Yah, saya sih maunya normal aja Pak.”

“Caesar kan mahal, istri saya juga dulu caesar.”

Ibu di belakang supir yg tiba-tiba nimbrung, “Emang kenapa caesar?’;

“Anaknya gak turun-turun.”

“Wah itu mah dokternya aja gak sabaran, gak mau nungguin,” kata si Ibu.

“Iya tuh, mahal bangat, abis 10juta, saya sampai minjem duit.”

Padahal kalau normal, pasti lebih murah bangat tuh, Pak.”

“Iya lah, 10 juta, duit dari mana saya, pinjem duit deh. Tapi untung anaknya cakep, cewek, putih, hidungnya mancung, coba kalo anaknya jelek, rugi saya!” (dengan semangat 45)

“……………………….”

Kok rugi sih Pak?” Saya jadi bingung.

“Iyalah rugi”

Hening sesaat, ibu di belakang juga diam tak berkomentar.

“Eh, maksudnya cacat gitu, hehe, kan kalau udah keluar duit banyak gitu, eh terus anaknya cacat, kan gimana gitu, rugi kan? hehe.” Si supir pun mulai bingung dengan pernyataannya sendiri.

Question of the day : Apakah punya anak itu bisa dikaitkan dengan untung dan rugi?

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: