My Journey, My Story, and My Dream

February 8, 2010

Menempuh Kemacetan

Filed under: Our Transportation — ayacerita @ 3:31 pm

Di Jakarta, kalau jalanan lancar dianggap luar biasa, tapi kalau jalanan macet sudah dianggap biasa bangat. Orang Jakarta dan sekitarnya benar-benar sudah mengadaptasikan dirinya dengan kemacetan. Berangkat dan pulang kerja pasti jamnya disesuaikan dengan kemacetan. Bahkan ada yg sampai hafal jam macet dan daerah mana saja yg macet pada waktu-waktu tertentu.

Sekarang pun saya harus membiasakan diri lagi untuk menghadapi kemacetan luar biasa di daerah Bandengan. Karena setiap pulang kantor harus lewat sana dan saat ini sedang dibangun fly over yg entah tembus kemana fly overnya. Jadi waktu tempuh dari Kota – rumah yg biasanya cuma 1/2 jam, sekarang bisa sampai 1 jam. Akibatnya badan keringetan, rambut bau apek, dan yg pasti badan capek bangat apalagi dalam kondisi hamil besar begini.

Kondisi itu bisa diperparah kalau kebetulan saya mendapatkan supir angkot yang gampang stres. Dimana supirnya hobi bangat mencet klakson, din din din. Seakan-akan dengan suara klaksonnya yg berisik itu kemacetan akan segera terurai. Terus terang saja, saya pusing mendengar klakson yg terus menerus dipencet gitu, apalagi tidak baik juga pengaruhnya pada bayi yg saya kandung. Tapi mau apa lagi, saya gak bisa melakukan apa-apa. Itu juga wujud stres si supir yg harus kejar setoran tapi terhambat gara-gara macet ini.

Beberapa waktu lalu supir angkot yg saya naiki juga hampir berkelahi dengan supir mobil box, yah gara-gara si supir angkot terus menerus mencet klakson padahal jalanan emang lagi macet bangat. Dan supir mobil box yang juga harus menghadapi kemacetan yg sama tapi tidak siap mendengarkan suara klakson yg terus menerus, akhirnya marah pada si supir angkot, dan hampir terjadi perkelahian.

Stres akibat macet ini memang bukan hanya melanda supir angkot tapi juga orang-orang yg setia setiap hari melewati jalan-jalan di Jakarta. Pemerintah seakan sudah tidak punya daya untuk mengatasinya. MRT yg sedianya transportasi massal dan tiang pancangnya sudah ada sejak beberapa tahun lalu di Kuningan, tidak kunjung terwujud. Entah sampai kapan Jakarta harus begini dimana kemacetan sudah menjadi bumbu kehidupan sehari-hari. Katanya kalau tidak macet yah namanya bukan Jakarta.

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: