My Journey, My Story, and My Dream

March 2, 2010

Mendukung atau malah menurunkan mental yah?

Filed under: Pregnancy — ayacerita @ 1:55 pm

Lagi-lagi saya nulis tentang kehamilan yah, semoga gak bosan, terutama pembaca cowok. Tapi ini bukan soal belanjaan lagi kok, masih ingat kan tulisan saya tentang kelahiran normal (partus) atau caesar (sectio)?

Seminggu lalu saya dan Bronsen menjenguk istri teman Bronsen yang baru saja melahirkan anak ke-2, bayi perempuan yang sehat. Si ibu menceritakan pengalamannya mengapa memilih caesar dan apa yang dirasakannya kemudian. Dia memilih caesar karena kondisi ibu yang tidak memungkinkan untuk partus karena berat bayi yg tidak sesuai dengan kondisi fisiknya dan bingung bila harus partus sedangkan suami ada di luar kota, tidak ada yang mengantar ke RS. Maka itu diputuskannya untuk melakukan sectio.

Setelah bercerita seperti itu, dia mendukung saya untuk melahirkan normal saja, menurut dia lebih baik dan lebih cepat pemulihannya. Tidak seperti dia yang 1 minggu setelah operasi, masih merasakan sakit di perutnya. Saya sangat menghargai dukungannya dan makin bertekad untuk melahirkan secara normal.

1 minggu kemudian saya bertemu dengan istri rekan yang sama-sama sedang hamil, tapi beda sebulan lebih muda daripada saya. Saat ngobrol soal apakah akan partus atau caesar, saya masih tetap dgn pendirian ingin melahirkan secara normal, karena sampai saat ini, syukurlah, tidak ada kondisi apapun yang menghalangi saya untuk partus. Posisi kepala bayi sudah di bawah, tapi memang belum mantap masuk jalan lahir, saya sehat, ketuban cukup, persiapan dengan senam hamil di RS dan yoga di rumah rutin saya lakukan untuk menghadapi persalinan ini.

Saat saya balik bertanya, apakah dia akan partus atau caesar, dia malah jawab bingung harus bagaimana, soalnya ada temannya yg baru saja melahirkan secara sectio tapi malah menakuti dia dengan mengatakan bahwa dia tidak akan kuat menahan rasa sakit saat persalinan seperti yang temannya alami. Intinya kalau si teman saja tidak bisa menahan rasa sakit dan akhirnya berakhir dengan caesar, apalagi si istri rekan ini. Kesimpulannya, dia ingin mencari teman senasib yg awalnya niat partus tapi malah jadi caesar karena gak kuat nahan sakit.

Dalam hati bertanya, kok ada teman yang malah menurunkan mental di saat-saat akhir penantian begini yah?

Di luar itu, saya juga punya seorang saudara yang sudah 2 kali bertemu dan bilang bahwa saya tidak mungkin bisa kasih ASI pada bayi saya kelak. Alasannya dia bilang karena payudara saya tidak besar, maka dengan yakin dia bilang ASI saya juga pasti tidak keluar. Di pertemuan berikutnya dia bertanya apakah payudara saya bengkak, ketika saya jawab tidak, dia langsung ketok palu bawah ASI saya jg tidak akan keluar. Saya heran dengan pernyataan ini, harusnya kan ibu yg mau menyusui ASIX pada bayinya harus didukung penuh yah?

Yah, setiap perkataan yang keluar dari mulut akhirnya bisa jadi sebuah dukungan positif atau malah jadi penurun semangat. Saya sendiri sampai saat ini masih positive thinking, bisa melahirkan normal, IMD, dan meberikan ASIX pada bayi saya kelak.

1 Comment »

  1. menurut aku sich gak usah didengerin dech yang gitu2an karena bisa buat mental kita jadi down…..be yourself n ikuti kata hati aza,aya…..
    klu uda bertekad melahirkan secara normal….berdoa aza semoga semua lancar…..

    Comment by JENNY — March 8, 2010 @ 5:13 pm | Reply


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: