My Journey, My Story, and My Dream

September 28, 2010

Viriya Lulus ASI Ekslusif 6 bulan

Filed under: Breastfeeding,Viriya — ayacerita @ 1:07 pm

Saya copy paste aja langsung dari notes di FB yah ^^

Tepat tanggal 20 Sept 2010 kemarin, Viriya lulus dgn nilai memuaskan sebagai sarjana S1 ASIX (gelar ini diberikan untuk bayi yg minum ASI selama 6bulan tanpa campuran apapun). Gak cum laude sih, karena sempet kena sufor sedikit waktu masih di RS.

Beneran deh, memberikan ASI ternyata adalah perjuangan, bukan sekedar perjuangan belajar mati-matian buat lulus UMPTN, perjuangan kerja ngejar deadline yg mepet, perjuangan lari-lari ngejar kereta jgn sampe ketinggalan. Lebih dari itu, ini adalah perjuangan seorang ibu baru yg berniat memberikan yg terbaik buat bayinya.

Dulu melihat ibu yg sedang menyusui anaknya, kok kayaknya mudah yah. Tinggal buka, langsung jleb.

Ternyata pengamatan waktu itu sungguh salah, salah besar. Memberikan ASI ternyata susah, halangan datang dari diri sendiri dan juga dari luar.

Halangan dari diri sendiri cuma soal percaya diri, Pe-De gak sih memberikan ASI full untuk anaknya; soal ini akan saya bahas di bawah.

Gempuran dari luar ternyata sungguh hebat. Dengan mata kepala sendiri melihat istri teman yg tidak bisa memberikan ASI kepada bayinya yg baru lahir karena RS memberikan sufor tanpa seizin sang ibu dan kebijakan RS yang sungguh aneh, bayi hanya diberikan ke ibunya sehari 2 kali, pagi dan sore!!!

Padahal waktu baru lahir, bayi minum sering bangat, gak mungkin cuma dikasih sehari 2 kali. Sesampainya di rumah, dgn pengetahuan yang minim tentang ASI, sang ibu memberikan ASI plus sufor, lama-kelamaan ASI mengering, dan sang bayi akhirnya harus puas dengan sufor saja.

Sungguh, kejadian ini membuka mata saya. Dengan penuh keyakinan, saya dan Bronsen akhirnya memutuskan pindah RS. Dan sejak itu saya bergabung dgn milis ASIforbaby agak saya mendapatkan pengetahuan yg cukup mengenai ASI dan selukbeluknya.

Perjuangan dimulai, 20 Maret 2010, Viriya lahir secara caesar. Saya yg ingin sekali IMD, akhirnya harus puas IMD cuma 5 menit, itupun mulut Viriya langsung dideketin ke puting saya, dan HAAAP, Viriya lahap bangat menghisap puting saya yang saat itu belum keluar ASInya.

Tantangan datang, ASI saya masih sedikit, berat badan Viriya turun 400gram dalam 3 hari, DSA warning kalau ASI saya belum cukup dan bisa bikin dehidrasi. Akhirnya sebuah keputusan sulit dibuat, Viriya harus ditambah sufor. Tapi saya wanti-wanti suster bayi agar memberikan sufor dengan sendok biar Viriya gak bingung puting.

Walaupun RS tempat saya melahirkan pro ASI, tapi tidak semua susternya pro ASI. Ada 1 suster yang bikin saya nangis saking marahnya saya pada dia.

Hari ke dua, dia dengan ketus bilang, “ASInya masih sedikit Bu, bayinya nangis mulu. Kalau mau ASIX, bayi nangis kaya apapun malam hari, kita gak apa-apain, dibiarinin aja.” Dia bilang gitu di depan orang tua saya yang langsung panik. Saya pun menjelaskan ke mamah papah kalau bayi yg baru lahir bisa bertahan 48jam tanpa makan dan minum apapun.

Besoknya, dia bilang lagi, “Nanti susunya pake E******* yah Bu, jadi kalau diaduk gak menggumpal.” Siapa yg mau kasih sufor coba? Sebel bangat dengernya. Lebih sebel lagi karena merk susu yg dia sebut itu merk mahal, ya ampun sus, disogok apa sih sama salesnya?

Hari terakhir pas Viriya dinyatakan kuning dan BBnya turun, dia masih sempet-sempetnya bilang, “Ibunya sih susah dibilangin, coba kalau tambah sufor dari awal, gak bakal kuning deh!” What the ****, saya marah, saya nangis, pas pulang saya langsung minta kuesioner pasien, saya pengen tulis namanya gede-gede karena dia gak pro ASI, padahal RS itu sedang berjuang menjadi RS ASI. Tapi kesadaran datang di ujung bolpoin, saya urungkan menuliskan namanya, saya hanya tulis agar RS menjamin semua petugas kesehatannya untuk pro ASI.

Di rumah, perjuangan memberikan ASIX tidak selesai. Menyusui itu sakit bangat karena pelekatan yg belum pas, alhasil puting saya lecet-lecet. Setiap kali menyusui, kaki saya nendang-nendang saking sakitnya. Akhirnya saya lebih banyak pompa dan kasih ASIP pake sendok. Dan setiap kali pula, orang di sekitar bilang, “Anak cowok sih, nyusunya lahap, kurang kali ASInya, udah tambah aja.” Bener-bener deh orang-orang yg sok perhatian ini mesti disingkirkan cepat-cepat biar saya gak tambah stres.

Tantangan bertambah karena waktu keluar dari RS, Viriya kuning, bilirubinnya 13,8. Jauh dari batas aman yg “cuma” 10. Kasihan bila melihat dia harus disinar, saya bertekad untuk membawa pulang Viriya, dijemur dan dikasih ASI yang banyak, nanti kuningnya sembuh, itu keyakinan saya.

Pas balik kontrol ke DSA. DSA dengan sangat menyebalkan bilang, “ASInya cuma bisa bikin kenyanga Bunda, belum bisa bikin sehat Viriya”. Oh my Buddha, DSA yg sangat gw harapkan supportnya malah bilang ASI saya gak bisa bikin sehat anak saya. Belum lagi kemudian, DSA memberikan antibiotik spektrum luas ke Viriya yg belum genap 1 bln. Akhirnya keputusan berikutnya diambil, PINDAH DSA, cari yg pro ASI dan gak mudah kasih obat!

Semasa hamil, satu poin yg saya ingat agar ASI banyak adalah makan sehat dan rajin pompa. Maka itu, sejak dari RS saya rajin pompa. Di RS saya bisa pompa 40ml colostrum, what a gift. Colostrum yg sangat hebat, yg penuh dgn antibodi itu bisa saya berikan ke buah hati saya. Saya boleh dong membanggakan diri karena ini? Di rumah pun pompa rajin, kalau siang Viriya tidur kelamaan, saya pompa, 2 jam kemudian pompa lagi, gak bosen-bosen. Terus karena capek kalau harus nenenin Viriya yg bisa lebih dari 0,5 jam karena Viriya suka ngempeng, akhirnya kalau malam saya berikan ASIP dengan botol (jangan ditiru, berhasil buat Viriya karena gak bingung puting, belum tentu berhasil juga buat bayi lain). Konsekuensinya setiap malam saya harus bangun 1 jam sekali! Jam 11 bangun pompa, jam 12 bangun lagi Viriya minta minum, jam 1 pompa, jam 2 Viriya minum lagi. Pantas badan saya cepat kurus kan? ^^

Waktu nginep di rumah mamah di Bekasi, saya iri melihat sepupu yg bisa nenenin malam-malam sambil tiduran, akhirnya dengan sangat yakin, saya jg mencoba, eh ternyata gampang, dan keterusan. So sekarang kalau malam tidur saya jarang terganggu harus bikin susu, Viriya minta nen, langsung buka warung deh, terus tidur lagi hehe.

Aktivitas pompa masih terus berlanjut. Setiap malam saya pompa dan bisa dapat 2 botol UC, kurang lebih 180-240ml. Sejak Viriya 40hari sampai saya masuk kerja kembali terkumpul 120 botol UC ASIP untuk Viriya!!!

Di kantor saya tetap memerah, setiap hari saya bisa bawa pulang 400-600ml ASIP buat oleh-oleh untuk my sweetheart. Saya juga awalnya meragukan apakah bisa selama 6 bln memberikan ASI untuk Viriya. Tapi ternyata saya bisa!!!

Semua berkat percaya diri kalau saya bisa kasih ASIX dan kuping yang dibikin budek kalau ada orang yg mencoba mempengaruhi saya untuk kasih Sufor atau makanan lain, dan juga dukungan suami tercinta, yang membantu secara moril ataupun dengan bantu cuci-steril pompa, botol UC, botol minum Viriya; naikin ASIP ke kulkas, bawa-bawa freezer ke rumah, dan usaha-usaha lainnya agar bisa mendukung ASIX untuk Viriya.

Upsss sori jadi kepanjangan, saya hanya ingin berbagi terutama pada temen-temen perempuan yang mungkin nanti juga memutuskan untuk menjadi ibu atau teman yang sudah punya bayi tapi tidak berhasil memberikan ASI untuk anaknya. Saya ingin mengajak semua orangtua untuk sadar bahwa ASI adalah yg terbaik untuk 6 bln pertama kehidupan bayi kita. Mohon maaf bagi yg tidak berkenan.

2 Comments »

  1. salut untuk mba aya, untuk perjuangan asix untuk viriya.
    tgl 25 bulan ini (july 2011) azzam (baby saya) masuk usia 6 bulan dan alhamdulillah sampai saat ini azzam hanya minum asix, smoga bisa sampai 2 tahun. amin

    Comment by Umay — July 11, 2011 @ 1:03 pm | Reply

    • Mba Umay,
      Salut juga untuk perjuangannya, pasti semua perempuan bisa.
      Salam untuk Azzam.

      Comment by ayacerita — July 11, 2011 @ 1:29 pm | Reply


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: