My Journey, My Story, and My Dream

October 11, 2010

Sadar Wisata

Filed under: Cuma mikir — ayacerita @ 1:22 pm

Pulang liburan dari Thailand awal tahun ini, saya merasa orang Indonesia mungkin tidak menyadari potensi wisata di dekatnya yah. Sewaktu ke Thailand saya sempat mengungjungi pusat pelatihan gajah di Lamphang dan langsung ingat, Indonesia juga punya kok, ada Way Kambas di Lampung. Terus waktu mengunjungi taman bunga, saya juga ingat di Indonesia juga ada taman bunga di TMII, terus ada juga taman bunga di Puncak.

Sekembalinya ke Indonesia, langsung nodong teman yang orang Lampung, “Pernah ke Way Kambas gak?”

“Pernah, waktu kecil, waktu SD diwajibkan kesana. Sekarang sudah tidak pernah sama sekali.”

Waduh, mungkin gitu kali yah orang Indonesia, malas mengunjungi obyek wisata yg sebenarnya ada di dekatnya tinggal, alhasil obyek-obyek wisata itu jarang dikunjungi wisatawan, kurang dana, jadi kesannya tidak terurus.

Sewaktu jadi auditor dan berkesempatan mengunjungi beberapa kota di Indonesia, saya seringkali bertanya, “Di sini, tempat yang bisa dikunjungi apaan?”

Dan seringkali saya bertanya, “Yah disana mah gak ada apa-apa Bu. Kalah sama Jakarta.” Belum apa-apa, sudah gak pede sama daerahnya sendiri.

Waktu pergi ke Palembang dan mau lihat jembatan Ampera, dijawab sama orang lokal, “Yah cuma jembatan doang, gak ada apa-apa lagi.”

Pas bilang mau lihat sungai Musi, “Yah, gak bedalah sama sungai-sungai lain, sudah gitu sekarang kotor lagi.” Ya ampun, padahal kan saya sudah niat mau kesana.

Waktu di Jambi, “Pak, saya mau ke Candi Muara Jambi dong, konon katanya kompleks candinya lebih luas daripada Borobudur lho.”

“Itu dimana yah Bu?”

Untung jadi pergi ke sana ditemani salah seorang keluarga customer dan saya tidak menyesal mengunjungi Candi Muara Jambi yang walaupun masih belum rapi dan akses jalan yang masih kurang begitu baik.

Waktu ke Jember, “Kalau hari Minggu, bisa pergi jalan-jalan kemana yah Bu?”

“Yah, di sini mah cuma ada Matahari.”

Lah, siapa yang mau belanja coba.

Begitu kali yah mengapa pariwisata kita kalah sama Thailand, wong, orangnya sendiri gak pede mau promosiin suatu tempat. Seharusnya semua orang seperti mamah saya yang promosiin dengan gencar Pantai Pakis yang terletak di daerah Kerawang.

“Bagus bangat pantainya, gak kalah sama Parangtritis deh, bersih, masih sepi lagi!” Begitu promosi mamah saya setelah mengunjungi Pantai Pakis sepulang mancing yang jadi hobinya bersama Papah.

Saat saya tergoda mengunjungi Pantai Pakis, yap ternyata pantainya memang masih sepi, jadi puas main bola atau voli pantai di sini. Sebenarnya masih lebih bagus Parangtritis yang pasir pantainya masih agak lembut, di sini menurut saya pasirnya agak kasar buat orang yang gak sering nyeker seperti saya. Tapi kalau setiap orang seperti mamah saya mempromosikan Pantai Pakis ini, pasti deh bakalan jadi tempat tujuan wisata. Asal dikelola dengan baik, pengunjung dan pedagang tidak boleh buang sampah sembarangan, dan akses menuju ke pantai ini dibenahi. Ayo-ayo Pemkot Bekasi atau Pemkab Karawang, jadikan Pantai Pakis sebagai destinasi wisata yah.

Jadi inget salah satu tulisan Mbak Trinity waktu dia jalan-jalan kemana gitu (lupa), para turis asyik menikmati dan berfoto-foto ria di depan … POHON PISANG!

Hayo-hayo sadar wisata, sebelum mengunjungi negeri orang, mari ngubek-ngubek Indonesia dulu. Biar bisa jualan, biar gak kalah sama Thailand.

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: