My Journey, My Story, and My Dream

October 14, 2010

Konsisten

Filed under: Cuma mikir — ayacerita @ 3:23 pm

Satu hari seturunnya dari kereta di stasiun KA Gondangdia, ada pemandangan rada aneh. Pada kemana yah tukang jualan makanan yang biasa ‘berserakan’ di lantai bawah stasiun ini? Biasanya tuh yah ada tukang nasi uduk yang lebih dari 1, tukang soto ayam, soto Madura, soto Surabaya, soto Betawi, warteg, gudeg, kue lopis, jamur garing, juice buah, kopi, indomie, mie ayam, sop daging, bahkan ada penyewaan PS sampai ada yg jualan baju dan celana dalam segala. Tapi hari itu semua berbeda, mereka tidak ada di tempatnya.

Ternyata mulai hari itu pedagang tidak boleh berdagang di areal pelataran stasiun tapi harus di ruko-ruko yang memang sengaja dibangun untuk disewa bagi siapapun yang mau dagang. Selama ini pedagang lebih betah jualan di pelataran stasiun daripada di ruko, katanya sih sewanya yang kemahalan. Ironinya ruko-ruko yang ada malah bukan jadi tempat jualan tapi jadi tempat tinggal. Aneh kan?

Tapi hari itu semua pedagang menyingkir ke ruko, kelihatan tertib sih. Pelataran jadi bersih. Tetapi …. ketertiban itu semu, cuma bertahan seminggu. Karena seminggu kemudian tukang nasi uduk sudah kembali ke spotnya, tukang gudeg sudah berdagang kembali di pelataran stasiun, begitu juga dengan tukang-tukang lainnya.

Jah gimana ini, peraturan kok cuma tahan seminggu? Kata seorang teman, mungkin minggu kemarin uangnya belum cukup. Uang apa, diberikan kepada siapa, dari siapa, marilah kita berkhayal saja.

Kejadian serupa terjadi juga di stasiun Bekasi. Bosan saya ngeliat pedagang kaki lima yang digusur, gak lama kemudian muncul lagi, nanti digusur lagi, nanti dibolehin lagi dagang. Sama sekali gak konsisten!

Sama seperti aturan antrian perempuan dan laki-laki di halte busway. Pertama-tama doang penumpang taat dan petugas menertibkan, sekarang mah, gambar tinggal gambar, kalo antri, yah umpel-umpelan lagi gak jelas batas gender.

Begitu juga dengan Perda larangan merokok di tempat umum, hallo apa kabarnya yah? Kayanya sekarang makin banyak orang merokok gak kenal tempat, terutama di KRL ekonomi dan kendaraan umum lainnya. Dulu katanya kalo merokok di tempat umum bakalan kena denda sampai Rp 5juta atau dipenjara, tapi ternyata cuma sampai ‘katanya’ belum pelaksanaannya dan lagi-lagi tidak konsisten kan?

Terus wakil rakyat kita yang kapan yah bisa konsisten pegang janjinya semasa kampanye dulu, yg katanya akan membela kepentingan rakyat, tetapi kenapa justru rajin konsisten di sisi sebaliknya? Konsisten meminta fasilitas dan tunjangan yang aduhai jumlahnya, konsisten pelesir ke luar negeri, konsisten tebal kritik, dan konsisten yang gak jelas lainnya.

Jadi sebenarnya konsisten itu susah apa mudah yah?

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: