My Journey, My Story, and My Dream

October 22, 2010

Yang Kaya Semakin Kaya?

Filed under: Cuma mikir — ayacerita @ 1:01 pm

Waktu jaman kampanya PilPres tahun lalu, sering bangat digembar-gemborin soal neoliberalisme. Sampai kemudian salah seorang cawapres berusaha menjelaskan arti neoliberalisme dengan tepat dan amat sangat cepat di iklan televisi yang durasinya gak lebih dari 40 detik, berusaha agar yang nonton mengerti betapa berbahayanya si neoliberalisme ini. Padahal di telinga saya, hanya kedengaran, “Neoliberalisme adalah … bla .. bla .. yang kaya semakin kaya … yang miskin semakin miskin … bla … bla … bla”. Dah, segitu doang.

Saya bukan penganut neoliberalisme dan menjunjung tinggi kapitalisme, tapi berdasarkan pengamatan dan pengalaman pribadi, kebiasaan yang berlaku di keluarga menengah ke atas justru lebih kentara bikin yang kaya tambah kaya, daripada susah-susah berteori si neoliberalisme ini.

Saya kasih contoh yah. Misalkan 2 orang fresh graduate, diterima di perusahaan yang sama, dengan gaji yang sama, misalkan Rp 3 juta/bulan. Si Ini kebetulan adalah anak dari orang tua yang kehidupannya pas-pasan, sedangkan si Itu lebih beruntung karena orang tuanya termasuk golongan menengah ke atas.

Tibalah hari gajian.

Dari gaji 3 juta si Ini memberikan mamah-papahnya masing-masing Rp 400 ribu demi rasa bakti dari seorang anak. Karena dari keluarga biasa, si Ini menyisihkan gajinya untuk ongkos sehari-hari , biaya makan siang (kadang masih bawa dari rumah demi pengiritan), telepon, ke mall, kebutuhan sehari-hari, kumpul sama teman, main futsal, dsb. Sisa gajinya dihitung-hitung tinggal 500ribu rupiah saja.  Yang kemudian dia tabung.

Sedangkan si Itu yang kebetulan dari keluarga berada, yang mana berangkat pulang kantor diantar supir dan pakai mobil bokap, terus gak usah bayar gaji sopir dan bensin, makan siang yang kadang bawa dari rumah, kartu kredit yang masih kartu tambahan punya nyokap, jadi tagihannya masih dibayarin nyokap, dan alih-alih menyisihkan uang untuk orang tuanya, ternyata masih dikasih uang saku walaupun sudah bekerja! Sisa gajinya bisa 2 juta sebulan.

Nah sekarang coba deh kali 12 bulan. Setahun tabungan si Ini baru dapat 6juta, sedangkan si Itu bisa dapat 24 juta. Tahun ke dua bekerja, si Itu udah bisa nyicil mobil, sedangkan si Ini baru bisa beli motor saja.

Makanya gak heran kan kalau yang kaya tambah kaya, yang miskin tambah miskin. Jadi gak usah berteori aneh-aneh, kejadian sudah di depan mata dan malah jadi biasa sekarang.

PS: no offense pada siapapun, saya cuma menuliskan apa yang terlihat di depan mata saya yah.

2 Comments »

  1. Yeeee…. itu sih kalo secara hitung2an sih ga menggambarkan yang kaya makin kaya…. Karena transport, dll ditanggung ortu, berarti orang itu dapat subsidi/tambahan penghasilan. Jadi kalo mau dibilang, pendapatan si orang pertama ya murni gajinya doang, tapi pendapatan si orang kedua ya ga murni cuma gajinya… Lagipula kalo mau dilihat laporan keuangan ortunya ya ada tambahan pengeluaran dong….

    Gw sering menceritakan contoh yang gampang untuk menunjukkan yang kaya makin kaya, yaitu sbb:

    Tau yang namanya kartu kredit? Kalu mereka yang miskin mau dapat kartu kredit aja susah, jadi mereka klu nonton di 21, berdua ame pacar, ya bayar tiket 2 orang. Tp yang pny kartu kredit, cukup bayar 1 tiket buy 1 get 1 free….

    Yang lainnya, sistem Bank… Bunga dikasih kecil juga pasti ada pengaruh akibat alokasi dana untuk hadiah mercedes benz, dll… Jadi klu mereka yang saldonya biasa2 aja, ga pernah kedengaran dapat mercedes benz, paling hadiah yang biasa2 aja… Ya gimana mau menang, saldo 1 juta cuma 10 poin mau ngelawan saldo 1 Miliar yang 10rb poin…. Praktis yang dapat mercedes benz adalah yang kaya2… Selain itu yang kaya2 jarang banget ngambil KPR, kredit ini dan kredit itu dari Bank… Sementara kita tahu bahwa dana buat hadiah itu salah satunya yah karena pendapatan Bank dari bunga kredit… Paling Banyak ya bunga kredit tuh dari KPR dan sejenisnya…So, yang miskin bayar bunga besar buat Bank, yang kaya buanget ga perlu kredit dapat bunga en hadiah dari Bank….. Bank ga pernah buat undian 1 nasabah 1 poin kan??? So????

    Comment by me — November 15, 2010 @ 10:07 am | Reply

    • Semoga kita berdua gak dibilang anti kapitalisme yah Yehe?

      Btw, loe pernah menang undian gitu gak sih? Gw gak pernah, seringan di-sms-in doang jadwal Gebyar BCA, tapi sumpah gak pernah di-sms-in “Anda memenangkan Mercedes Benz seri xxx” Ngarep …

      Comment by ayacerita — November 15, 2010 @ 11:23 am | Reply


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: