My Journey, My Story, and My Dream

November 25, 2010

Hukum itu untuk siapa?

Filed under: Cuma mikir — ayacerita @ 1:12 pm

Pas baca Kompas.com, saya emosi pas baca bagian kalau Gayus (semua pasti tahu siapa dia), dari bulan Juli sampai November bisa bolak balik keluar penjara sampai 68 kali!!! Segitunya yah kalau orang punya uang, apapun bisa diatur. Sampai kemudian saya ingat kejadian beberapa tahun lalu.

Mamah saya mengunjungi saudara yang karena perbuatannya ditahan di penjara, karena sakit, saudara ini kemudian tidak tinggal di sel tetapi di ruang kesehatan. Saat berkunjung, ada seorang Bapak tua yang juga sedang sakit di sana. Kondisi si Bapak tua itu sangat memprihatinkan dan sayangnya tidak ada saudara yang menjenguk.

Si Bapak tua ini bercerita kenapa dia ada di penjara. Ceritanya suatu hari si Bapak membeli 2 buah galon kosong dari seorang pemuda yang tidak sengaja ditemuinya. 2 buah galon ini dihargai hanya sekitar 20ribu, tanpa curiga dan pretensi apapun, si Bapak tua membayarnya. Ternyata galon-galon ini adalah hasil curian, dan beliau berakhir di penjara karena tuduhan menjadi “penadah barang curian”. Ironis sekali yah, gara-gara 20ribu, si Bapak tua mesti mendekam di penjara, parahnya lagi sampai jatuh sakit di dalam penjara tanpa seorang sanak saudaranya pun tahu kondisinya.

Si Bapak tua ini meminta Mamah saya untuk pergi ke desanya, dia memberikan alamat alakadarnya, desa ini, kampung anu, “Bilangin neng, bapak sakit, minta dijenguk.”

Uh, miris bangat Mamah saya mendengarnya, tapi sayangnya Mamah saya buta sama sekali tentang alamat yang disebutkan. Sebagai gantinya Mamah saya meminta jika ada nomor telepon saudara si Bapak maka Mamah bisa menelepon dan menginfokan kondisi si Bapak tua di sini, tapi sayangnya si Bapak sama sekali gak ingat nomor telepon kerabatnya.

Entah apa yang terjadi kemudian dengan si Bapak, apakah sembuh atau malah semakin parah.

Tapi melihat apa yang terjadi dimana si Bapak “menebus” kesalahannya di mata hukum gara-gara galon seharga 20 ribu rupiah, tetapi ada mafia pajak yang bergelimang miliaran rupiah bisa dengan seenaknya keluar masuk penjara, aduh, dimana sih hukum itu, buat siapa sih si hukum itu, apa benar timbangan yang selama ini ada di pengadilan itu benar-benar mencerminkan keadilan di mata hukum, “semua sama” atau “semua tidak sama”?

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: