My Journey, My Story, and My Dream

December 16, 2010

Perempuan dan Perasaan

Filed under: Cuma mikir,Perempuan — ayacerita @ 10:14 am

Seringkali kita mendengar perempuan itu lebih menggunakan hati daripada rasio, dan seringkali pula saya menyanggahnya, karena saya berpikir, saya gak begitu ah, memang sih saya orangnya ‘agak’ melankolis, gampang keluar air mata, tapi kalau untuk menghadapi masalah, rasanya (lah ini malah pakai rasa) saya banyak menggunaka rasio daripada perasaan. Sampai akhirnya sekarang pas ngomong-ngomong perawatan anak yang sakit, saya setuju kalau perempuan lebih menggunakan perasaan daripada rasio.

Ceritanya soal RUM (Rational Usage of Medicine) dan home treatment. Jadi begini, sadar sesadarnya saya adalah ibu baru dan berusaha menyiapkan diri kalau anak kenapa-napa, misalkan panas, demam, batuk, pilek, kejang, diare, dsb. Ketemulah saya milis ‘asiforbaby’ yang isinya adalah orangtua yang peduli mengenai pemberian ASI untuk bayi dan sedikit-sedikit membahas masalah RUM ini, penasaran ingin tahu lebih jauh, gabunglah saya dengan milis ‘Sehat’ yang isinya adalah smart parents (istilah di milis ini) dan banyak dokter yang banyak berdiskusi soal ‘penyakit’ anak-anak, gejala, penanganannya, dsb, sampai kemudian ketemu istilah si RUM ini.

Topik paling sering adalah “Aduh, anak saya panas, gimana dong?” “Anak saya batuk pilek nih, dikasih antibiotik sama DSA, diminum gak yah?” yang kita singkat common problem. Di sinilah saya belajar banyak soal penanganan common problem ini. Misalnya anak demam itu karena reaksi tubuh yang berusaha melawan virus yang masuk, virus akan mati kalau suhu tubuh tinggi, jadi kalau panasnya belum 38,30C, jangan dikasih obat apapun dulu, obatnya pun cukup spesifik, paracetamol saja. Selama itu, kita bisa melakukan home treatment, seperti matikan AC, pakai baju tipis-tipis, minum yang banyak biar tidak dehidrasi, kompres panas, atau bisa berendam air hangat. Kenapa harus hangat bukan dingin? Karena tubuh akan bacanya, “Wah nih badan makin panas nih, turunin sedikit deh.” Sebaliknya kalau dikasih kompres dingin, tubuh pikir, “Lho kok badannya malah dingin, harus dinaikin lagi nih suhunya.” Malah jadi makin panas kan?

Terus kalau anak batuk pilek, itu juga merupakan reaksi tubuh melawan virus. Obat melawan virus cuma antibodi anak itu sendiri, jadi gak usah kasih obat apa-apa, apalagi antibiotik, cukup home treatment aja. Wah semakin banyak baca, saya semakin menyesal sama badan saya ini, dulu setiap kali flu, langsung minum Amox, rusak deh nih badan. Berbekal ini semua, saya niat dengan sungguh-sungguh akan hati-hati sekali setiap anak saya sakit, terutama common problem, penanganannya dan tidak sembarang memberi obat. Sampai saat ini sih, setiap kali Viriya panas (yang biasanya karena mau tumbuh gigi), saya kasih paracetamol, itu pun bila panasnya sudah melebihi  38,30C, kompres hangat, minum yang banyak, buka baju, terus pelukan deh sama saya, sampai saat ini sukses demamnya turun.

Terus kalau batuk pilek, gak terpengaruh omongan orang supaya kasih obat batuk karena mengerti batuk itu upaya tubuh untuk mengeluarkan racun, jadi kalau batuknya dihentikan, bagaimana racunnya mau keluar? Kalau pilek, masak air di panci listrik di kamar, terus pas mendidih saya kasih minyak kayu putih, uapnya bikin udara lembab gak kering, dan melegakan hidung. Sampai saat ini, Viriya selamat dari obat-obatan yang tidak perlu.

Nah sebagai seorang manusia, rasanya kita wajib menyebarluaskan yang baik-baik bukan? Minimal kepada orang-orang yang dekat dengan kita. Di kantor kebetulan ada 5 karyawan termasuk saya yang baru saja punya bayi. Saya pun berusaha memberitahukan setiap ada yang mengeluh anaknya panas, pilek, batuk, untuk tidak buru-buru ke dokter, nanti dikasih obat macam-macam yang belum tentu perlu. Dari 2 orang laki-laki dan 2 orang rekan perempuan, ternyata yang benar-benar bisa saya pengaruhi yah 2 orang rekan laki-laki itu, dan mereka pun beradu argumen dengan istrinya mengenai penanganan anak yang sakit, dan biasanya si istri akan bilang, “Ini baru panas nih, kalau gak buru-buru diobatin nanti datang pilek, batuk, radang tenggorokan.”  Sedangkan 2 rekan perempuan sudah tidak bisa saya pengaruhi lagi, karena mereka pernah bilang, “Kok gak masuk ke otak gw yah?” Hehe padahal namanya RUM (Rational Usage of Medicine), ini malah gak masuk ke otak, bagaimana yang irasional yah.

Jadi sekarang saya baru percaya kalau perempuan memang lebih banyak menggunakan perasaan daripada logika.

Ngomong-ngomong, buat ibu yang lagi hamil, memang sih seru hunting pernak-pernik perlengkapan bayi yang baru lahir, tetapi seru juga lho menyiapkan diri dengan segala pengetahuan soal mengurus bayi dan segala permasalahannya. Yuk, cari informasi yang tepat biar kita gak panik, berlaku juga buat calon bapak, karena bagaimanapun orang tua itu yah ibu dan ayah, kalau gak sepaham tentang cara mengurus anak, nanti jadi gak kompak, dan bisa-bisa salah treatment. Saya beruntung kenal milis ‘asiforbaby’ dan milis ‘sehat’, banyak ilmu dan sharing yang bermanfaat untuk saya dan Viriya, gak panik saat sakit, dan berusaha serasional mungkin dalam penanganannya. Tapi wanti-wanti aja, gak dikasih obat, bukan berarti anti dokter, dan anak sakit dicuekin, tapi diobservasi semua gejalanya, kalau memang menunjukan kegawatdaruratan, segera bawa ke dokter deh.

I love being mommy, rasanya tambah pinter ^^  gak kaya nonton sinetron, rasanya tambah bego L

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: