My Journey, My Story, and My Dream

December 29, 2010

KB alias Keluarga Berencana

Filed under: Breastfeeding,Perempuan — ayacerita @ 2:54 pm

Menikah, hamil, melahirkan, selanjutnya akan ditanya sama dokter, “Mau KB apa?”

KB alias Keluarga Berencana atau ada definisi yang lebih bagus yakni upaya untuk mengontrol jumlah dan jarak antara kelahiran anak. Dulu iklannya nge-top dengan slogan “ya ya ya”, eh salah, maksudnya slogan “Cukup 2 Anak”.

Banyak jenis-jenis KB, di antaranya ada suntik, pil, spiral, kondom, sistem kalender, coitus interuptus, dan vasektomi/tubektomi.

Suntik KB tidak disarankan oleh DSOG saya karena menurut beliau sudah terbukti di negara paman Sam dalam jangka penjang bisa menyebabkan osteoporosis. Selain itu suntikan KB juga bisa berpengaruh terhadap ASI. Terus kalau saya perhatikan banyak saudara/rekan saya yang pilih suntik KB badannya jadi mekar, tapi saya gak mau suntik bukan karena takut badan gemuk, tapi lebih karena berpengaruh terhadap produksi ASI.

Pil KB yang notabene isinya hormon juga tidak saya pilih karena berpengaruh terhadap kualitas ASI dan rasanya ribet aja setiap hari, di jam yang sama, harus minum pil KB, gak boleh telat sehari pun, dan saya sudah meragukan sejak awal kalau saya tidak akan lupa suatu saat nanti.

Spiral, enggak deh. Saya tanya deh para suami, benarkah anda tega melihat rahim istri anda dimasuki benda asing, di mana mungkin saja terjadi perdarahan atau spiral lepas/lengket di rahim, keterbatasan aktivitas karena terasa perut sakit kalau harus angkat barang berat? Uuh, rasanya saya gak akan mau melakukannya deh. Selain itu, sewaktu konsultasi dengan DSOG bagaimana cara kerja si spiral ini, ternyata spiral ini menghancurkan sel telur yang sudah dibuahi oleh sperma, hmm, bertentangan dengan nilai-nilai agama yang saya anut. Ok, tolak.

Jadi, KB apa dong yang saya pilih.

Di titik ini saya merasa butuh keadilan.

Sebagai perempuan, kita sudah merasakan sakitnya menstruasi dari sejak berumur 11 tahun yang rutin datang setiap bulannya, kemudian ribetnya hamil belum ditambah lagi dengan mual-mualnya, terus amboi sakitnya waktu mulas-mulas saat akan melahirkan, kemudian masih ada sesi menyusui yang kadang kalau perlekatan tidak benar, bikin puting lecet dan berdarah yang rasanya sakit bener. Di titik ini, wajar rasanya saya lebih memilih agar suami menggunakan kondom saja saat berhubungan intim, yah sekali-sekali lah suami ribet sedikit, toh pakai kondom gak sakit kan?

Kalau pun tidak pakai kondom, kan masih bisa coitus interuptus (buang di luar), kalau takut gak keburu, sistem kalender bisa dicoba. Jangan ML saat lagi masa subur, tapi rasanya susah deh, masa subur kan saat wanita lagi hot-hot-nya (hehe), terus survei membuktikan banyak yg kebobolan dengan metode kalender ini.

Lebih bagus lagi kalau suaminya mau di-vasektomi, tapi kalau merasa ribet, yah sudah balik lagi ke kondom.

Hmm, memberikan ASI ekslusif juga merupakan KB alami lho, karena produksi ASI bikin kondisi rahim tidak kondusif untuk mengeluarkan sel telur, jadinya tidak ada menstruasi selama beberapa bulan. Saya sendiri hanya menstruasi 2 kali setelah melahirkan, hari ke 40 setelah melahirkan, terus 2 minggu kemudian mens lagi, tapi sampai sekarang Viriya 9 bulan, belum menstruasi lagi. Jadi KB alami kan tuh tanpa obat dan suntikan apapun.

3 Comments »

  1. Koq tubektomi nya ga dibahas…. Perlu dipertimbangkan kembali antara vasektomi/tubektomi sehubungan dengan belum adanya adik buat viriya… tapi klu cukup viriya, sih oke2 aja…
    Untuk yang simplenya jika masih ingin punya baby berikutnya en ga mau terkena dampak hormon, setahu gw ada beberapa cara:
    1. Kalender = u dah tau deh
    2. Kondom pria = u juga dah tau
    3. Coitus interuptus = lg2 u dah tau, tapi ingat ini juga beresiko, karena sel sperma yang keluar belum tentu hanya saat ejakulasi saja. Cairan yang keluar saat intercourse juga berpotensi membawa sel sperma dalam jumlah kecil
    4. Kondom wanita = harusnya u juga tau.
    5. Spermicide = Ini bisa dalam bentuk tissue yang dimasukkan ke dalam liang vagina dan dibiarkan beberapa waktu saat warming up, kemudian intercourse seperti biasa saja. Cairan yang terbentuk di vagina akibat lembaran tissue yang lumer tsb mengandung zat yang dapat membunuh sel sperma, namun tetap aman bagi wanitanya….

    Comment by Yeherdian — January 8, 2011 @ 10:29 am | Reply

    • Jadi, Yehe praktekin yg mana? hehe ** kabur ah

      Comment by ayacerita — January 10, 2011 @ 3:15 pm | Reply

      • Mau tau aja ah….

        Comment by Yeherdian — January 10, 2011 @ 11:18 pm


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: