My Journey, My Story, and My Dream

January 4, 2011

Perburuan Impian

Filed under: Simple n ringan aja — ayacerita @ 11:12 am

Sebelum nulis ini, sempet bertanya apakah tulisan saya ini bikin nama Summarecon tambah terkenal dan harga propertinya makin mahal yah?

Iyah, ceritanya saya mau bercerita soal perburuan rumah dengan Bronsen. Buat keluarga kecil bahagia kelas menengah macam kami ini memang mempunyai rumah sendiri adalah impian yang sangat indah. Setelah cukup lama pusing mikir mau punya rumah dimana, dulu sebelum merit sempet muter-muter daerah selatan Jakarta sampe Cinere, tapi akhirnya menyerah melihat harga rumah yang menurut kami kemahalan dengan posisi yang begitu jauh ke pelosok, tapi dgn embel-embel “DEKAT PINTU TOL” padahal tolnya sampai sekarang belum jadi, tapi harga rumahnya sudah tinggi sekali.

Terus pernah juga masih pengantin baru naik motor dari Bekasi ke Cibubur (terus pulang ke Teluk Gong naik motor juga, sungguh perjalanan yang melelahkan pantat dan pinggang). Terpesona dengan rumah-rumah di kawasan Legenda Wisata tetapi masih bingung dengan akses satu-satunya jalan yang ada (Transyogi), gak kebayang setiap pagi mesti stress dengan macet kalau mau ke tempat kerja.

Pernah juga tahunan yang lalu lirik-lirik ke BSD, tapi berasa jauh bangat, kasihan orangtua saya nanti kalau mau jenguk cucunya dari Bekasi, mau naik apa coba? Terus mampir juga ke Harapan Indah di Bekasi, rumahnya sih bagus-bagus, tapi kok kata Bronsen, “Kok rumah di Bekasi aja harganya sudah kaya harga di Jakarta”

Akhirnya impian mau punya rumah sempat terputus, sampai awal tahun lalu sawah di seberang jalan depan rumah Mamah saya (iyah, beneran, depan rumah Mamah saya itu masih sawah yang ada padi benerannya!) katanya sudah dijual sama developer buat perumahan. Belum tahu developer siapa yang beli tapi kebayang saja harga yg mesti dibayar si developer karena dari dulu kawasan persawahan itu memang banyak dilirik sama developer, tapi gak dijual sama si pemilik, alasannya “Belum butuh duit” (Kapan yah saya bisa bilang begini?).

Gak lama dengar-dengar ternyata Summarecon yang beli sawah itu, waktu tahu itu, saya bilang gini, “Wah, harus ngambil nih satu karena pasti harganya naik, bisa buat investasi juga.” Dapat informasi juga bahwa Summarecon berani bangun jalan layang yang melewati jalur kereta api Stasiun Bekasi yang padat itu.

Akhirnya bujuk-bujuk Bronsen buat datang ke kantor pemasarannya, lihat-lihat aja dulu. Bronsen yang sebelumnya malas punya rumah di Bekasi tapi denger ada mau dibangun jalan layang, bahkan posisi tiang pancangnya sudah ditetapkan akhirnya juga tertarik. Siapa sih yang gak tahu Kelapa Gading dan Summarecon Serpong?

Datang ke kantor pemasarannya di bulan Juli kemarin, ternyata oh ternyata, sempat shock juga dengar cara beli rumah disini. Jadi yah, saking banyaknya peminat yang mau beli rumah di Summarecon Bekasi, sampai-sampai beli rumahnya harus dengan sistem undian. Yang lain beli rumah tinggal tunjuk mau rumah dimana, ini mesti harus pakai undian segala. Kalau kata marketingnya, waktu opening 2 cluster pertama di bulan April, yang dijual 400an unit, peminatnya 900an. Habis dalam tempo 1 hari!!! Dalam hati mikir, “Ini mau beli rumah, apa mau beli kacang goreng sih?!”

Padahal harga rumahnya juga gak murah-murah amat lho, paling murah 550juta, tapi bisa KPR sih, dan DP-nya ada yg bisa dicicil 12 kali dalam setahun. Tapi mungkin karena prospek untuk tinggal dan investasi di sini besar, makanya beli rumah jadi kaya antri sembako. Embel-embel dari marketingnya gini, “Kalau Bapak beli rumah di sini, nanti berasa tinggal di Kelapa Gading lho Pak!” Aminnnnn, asal jangan banjirnya juga ikutan yah Mbak.

Oktober lalu, akhirnya launching lagi cluster baru, Cluster Acacia, 260 unit (kalau gak salah). Kalau mau ikut undian nomor urut (inget yah undian nomor urut, bukan undian rumah), harus setor 3 juta, jadi bukan siapa dulu setor 3 juta, dia yg dapat nomor kecil, tapi nanti diundi. Dalam booking tanda jadi kita berhak pilih 3 nomor rumah idaman. Harga rumah yang paling murahnya naik jadi 560 juta, itupun harga tahap 1 yang cuma 90 unit. Kalau rumah di tahap 1 habis, maka penawaran masuk ke tahap 2, naik lagi harganya 3%, kalau tahap 2 habis lagi, naik lagi 3% dari harga tahap 2. Benar-benar keuntungan luar biasa buat pengembang yah?

Saat tahu mau beli rumah di Summarecon Bekasi, orang tua saya begitu antusias semoga saya bisa beli rumah disana. Yah pasti alasannya pengen dekat-dekat cucunya, gak usah jauh-jauh ke Teluk Gong lagi, tapi saya bilang, “Belum tentu sih Pah, soalnya pakai nomor undian”

Tahu apa yang terjadi kemudian? Papah saya menghubungi ‘orang pintar’, katanya biar saya dapat nomor undian bagus biar bisa dapet rumah. Yah selama ini masalah undi-undian saya memang kurang beruntung, makanya kali ini saya dan Bronsen juga tidak begitu optimis bisa dapat nomor undian bagus. Tetapi … pas hari pengocokan undian, jam 5 sore saya di-sms oleh marketing, saya dapat nomor 10 (SEPULUH), wuihhh hampir gak percaya. Entah ‘orang pintar’nya yang pintar dan manjur atau karma baik saya berbuah (tapi kalau karma baik berbuah mah dapat rumahnya gratis yah, gak bayar).

Pas hari H pemilihan unit, sebelumnya di-sms jam 10 acara dimulai, tapi jam 9.30 datang ke lokasi ternyata sudah gak dapat parkir! Terpaksa parkir di samping gedung yang tanahnya masih berupa tanah merah deh. Banyak bangat orang, ternyata nomor antrian sampai 300an, benar-benar melebihi penawaran, makanya harganya mahal. Terus ada makan gratis, kalau pagi sih cuma snack, tapi buat siang bakalan ada prasmanan tuh, udah keliatan di mejanya.

Acara dimulai, ada sambutan dari pihak Summarecon, dan ternyata developer memberikan janji bahwa flyover, mall, dan rumah akan beroperasi di 2012, wow! Mall akan diisi oleh tenang Mall Kelapa Gading dan Mall Summarecon Serpong, saya bilang ke mamah, “Mah, nanti di seberang rumah Mamah ada mall lho.”

“Wah, enak dong bisa ke mall tiap hari.”

Yah akhirnya hari itu ditutup dengan senyum puas, kepastian punya rumah sendiri, walau harus indent 21 bulan, walau harus kredit, tapi bayangan punya rumah sendiri, ngatur-ngatur perabotan sendiri, duh gak sabar pengen jadi nyonya rumah.

4 Comments »

  1. Jadi ceritanya dah positif dapat di sumarecon bekasi nih….. LT/LB ? Kayaknya ga murah juga ya… Memang cari di jakarta yang murah sih paling cuma dapat apartemen subsidi…Klu di pinggiran jakarta, harga juga dah mendekati jakarta… Repot ya…..

    Comment by Yeherdian — January 8, 2011 @ 10:17 am | Reply

  2. positf… yeeey… 136/131… kalo compare ke Gading sih masih murah… tapi kalo compare ama daerah sekitar jadinya mahal… jadi berharap janji janji developernya bisa terwujud…

    repot? hue he he karena banyak maunya kali ya… jauh dari rumah bonyok, tolak… harga kaga sesuai, tolak… area macet, tolak… jauh kemana mana, tolak… buat yang ini aja banyak argumennya…

    Comment by Bronsen — January 8, 2011 @ 11:08 am | Reply

  3. halo mbak numpang lewat, saya ketik di google summarecon bekasi dan larinya ke sini. Kalau di acacia dulu dapet harganya berapa ya? terima kasih

    Comment by rhardiawan — August 26, 2011 @ 10:46 am | Reply

    • terima kasih udah numpang lewat ^^

      sekarang kan lagi buka tuh cluster baru, nah kurangin aja harganya 8-10%, sekitar segitu sih rata-rata tiap ada cluster baru yah.

      Comment by ayacerita — August 29, 2011 @ 8:54 am | Reply


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: