My Journey, My Story, and My Dream

May 9, 2011

Perempuan dan Gerbong Khusus

Filed under: Cuma mikir — ayacerita @ 2:33 pm

Mungkin kalau Ibu Kartini sempat melihat bahwa perjuangannya agar perempuan Indonesia mendapatkan kesempatan yang sama dalam pendidikan seperti halnya laki-laki tidak sia-sia, bahkan bisa dibilang berhasil, terbukti banyaknya perempuan yang bersekolah dan akhirnya jadi wanita karir, Ibu kita ini pasti bangga sekali.

Yah, saking banyaknya perempuan yang berkarir dan turut terlibat dan berjibaku dengan kaum laki-laki tiap pagi dan sore hari di angkutan umum, sampai memaksa pihak PT KAI membuat program Gerbong Khusus Perempuan di setiap KRL AC dan KRL AC Ekonomi. Katanya sih gerbong khusus ini untuk meminimalkan terjadinya pelecehan seksual pada perempuan.

Walaupun sempat pro-kontra, bahkan Mamah saya pernah menemui seorang Bapak yang keukeuh seribu persen gak mau pindah dari tempat duduknya yang di gerbong perempuan, dengan alasan, “Sama-sama bayar, terserah saya mau duduk di mana!”

Tapi sampai sekarang, si gerbong perempuan ini tetap berlangsung dan ada. Banyak peminatnya.

Tapi (lagi) kalau tidak terpaksa bangat, saya ogah duduk di gerbong ini. Bukan kenapa, rasanya saya kok jadi dipaksa harus menyaksikan “ketidakpedulian” kaum saya pada kaumnya sendiri. Mentang-mentang gerbong khusus perempuan, berhak duduk dan tidur tanpa memperhatikan perempuan lain yang lebih membutuhkan duduk.

Sabtu beberapa waktu yang lalu, kebetulan saya ada di gerbong perempuan, tidak duduk, berdiri saja sambil membaca buku favorit sambil punggung bersender ke pintu yang tertutup. Beberapa meter dari saya ada ibu tua setengah baya memakai kerudung juga tidak kebagian tempat duduk, tubuhnya kurus, tak mampu berdiri lama, dan tak lama kemudian si ibu pun jongkok!

Perempuan-perempuan yang duduk seakan lupa berdiri dan tidak peduli pada si ibu tua yang harus jongkok ini. Satpam pun tidak kuasa mencarikan tempat duduk.

Tak lama, karena hari Sabtu, masuklah ibu-ibu yang membawa anak. Ada seorang ibu muda seperti saya yang membawa anaknya, kira-kira berumur 3 tahun. Si anak ngantuk berat, ingin tidur, tapi lagi-lagi perempuan lain yang duduk seakan tidak melihat kondisi yang ada di depannya. Cuek bebek tidak peduli.

Beberapa hari kemudian saya membaca curhat penumpang KRL di koran Warta Kota. Seorang perempuan yang marah pada petugas kereta karena diminta untuk berdiri untuk memberikan tempat duduknya pada wanita hamil, padahal dia sudah datang dari pagi untuk dapat tempat duduk katanya.

Ya ampun, sungguh saya tidak mengerti, kira-kira apa pendapat Ibu Kartini yah jika membaca protes perempuan itu. Apa salahnya memberikan kursi kepada ibu hamil atau ibu-ibu tua?

Yah, karena itulah saya malas berada di gerbong khusus perempuan karena saya harus melihat kaum saya menjadi tidak peduli pada kaumnya sendiri yang lebih membutuhkan.

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: