My Journey, My Story, and My Dream

July 4, 2011

Offroad Gratis

Filed under: Cuma mikir,Viriya — ayacerita @ 1:33 pm

Mau offroad gratis? gak usah susah-susah sewa ATV, naik becak atau bajaj juga bisa. Di mana? sini kemari, ke rumah saya, pasti deh sebelum sampai rumah saya (alias rumah mertua sih sebenarnya), kamu-kamu semua bisa merasakan offroad gratis, naik turun naik turun terus begitu.

Sempat pernah baca di satu halaman (lupa tepatnya) bahwa katanya orang Amerika yang dikenal individualis itu bahkan lebih bertenggang rasa saat ada orang yg bersin/flu gak pakai masker, atau ada yg meludah sembarangan, pasti ada aja yg negur. Beda dengan di Indonesia, ada orang yg buang sampah ke kali, paling dicuekin, atau mungkin orang Indonesia itu tenggang rasanya tingkat tinggi. Elo yg buang sampah, gw juga kena banjirnya.

Nah hal ini juga berlaku di lingkungan rumah saya (sekali lagi, ini masih rumah mertua). Teluk Gong itu daerah banjir, airnya bebas kemana-mana, masuk ke rumah, masuk ke toko, masuk ke pasar, silakan, silakan. Nah untuk mengantisipasi banjir ini, banyak orang yg berduit meninggikan rumah mereka. Ninggiinnya gak main-main lho, minimal 1 meter, ada yang sampai 2 meteran. Ok, itu sih biasa saja, siapa sih yang pengen rumah didatengin banjir? Tapi jadi tidak biasa karena jalanan di depan rumah pun ikut ditinggikan, dan bisa sampai 1 meter lebih.

Tenggang rasa? gak ada tuh, cuek aja pada ninggiin rumah, mau jalanan di depan rumah jadi rusak gak rata, cuek aja, yang penting rumah gw tinggi gak masuk banjir. Kalau misalnya pada saat banjir nanti ada orang kelelep karena “tertipu” dipikir jalannya tinggi cuma banjir sepaha eh pas 3 langkah ke depan, bluk, terperosok ke bagian dalam dan ternyata banjirnya sampai ekor anjing di atas meja kerja, siapa pikirin? Gak ada yang mikirin, adanya cuma orang-orang yg nerima saja tetangganya begitu, karena nanti kalau gw punya duit, gw tinggiin lebih tinggi lagi. Akhirnya yg ada jalananlah yg jadi korban. Naik turun naik turun naik turun.

Tenggang rasa? Hormat menghormati? Tidak merusak fasilitas publik (jalan depan rumah itu kan jalan umum dan jadi fasilitas publik yah?) Selama tidak ada yg menegur, berarti semua tetangga menerima. Mantap dan jelas.

Jadi tiap kali ada teman yang bertandang ke rumah dan kemudian menelepon “Yeny, ini jalan rumahloe yg naik turun ini?” Yah benar itu jalanan rumah saya. Tapi jangan bawa mobil yg pendek yah, gak enak dulu sempat ada yg mentok. Paling aman emang jalan kaki, atau kalau tidak naik motor aja, sensasinya beda hehe. Paling seram yah naik becak atau bajaj  rasanya mau terbalik aja gitu.

Gimana jalanan di dekat rumah Anda?  Beneran parah gak sih kaya jalanan di Teluk Gong ini?

Tapi positifnya, inilah orang Indonesia selalu bisa ambil hal positif, karena kebiasaan belajar jalan yg konturnya naik turun gak jelas itu, Viriya jadi lihai tuh jalan di jalanan gak rata. Yah tiap hari begitu sih yah.

3 Comments »

  1. Itu sih karena orang2 telukgong yang kaya2 punya uang buat meninggikan rumah dan jalan tapi pelit berbagi dengan yang lainnya… Kebanyakan cuma tinggikan jalan pas depan pintu masuknya saja….

    Comment by Yeherdian — August 25, 2011 @ 8:50 am | Reply

    • Ngelirik orang asli Teluk Gong **

      Comment by ayacerita — August 25, 2011 @ 2:14 pm | Reply

      • apa lirik lirik…

        Comment by Bronsen — August 25, 2011 @ 4:51 pm


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: