My Journey, My Story, and My Dream

October 25, 2011

Sabar Saja

Filed under: Curhat emak-emak,Our Transportation — ayacerita @ 1:29 pm

Mungkin banyak orang yg bilang saya orang yg gak sabaran, gak salah juga sih, saya itu suka geregetan kalau ketemu orang yg “lambat”, bukan gak pinter, tapi dari gerakan-gerakan tubuhnya tuh benar-benar kadang bikin saya emosi dulu. Misalnya mau makan siang di luar, dia harus ke WC dulu, dandan dulu, cek status dulu, yg akhirnya baru bisa keluar makan jam 12.15. Sama orang yg kalau ke WC lama, biasanya saya langsung bawel deh. Tapi karena keseringan hidup di jalan (baca: keseringan naik transportasi umum), jadi mulai bisa sabar dan bersyukur.

Misalkan kalau naik kereta lagi buru-buru dan gak sempet ke peron, terima kasih sama penumpang di atas, yg udah ngebantuin narik saya ke atas. Kalau pas mepet datang ke stasiun sementara keretanya sudah datang, terima kasih sama para pedagang yg teriak-teriak “Tunggu bentar, tunggu bentar, masih ada penumpang!!!’ Amin, gak ketinggalan kereta jadi bisa cepat sampai rumah.

Waktu kemaren bulan puasa naik busway pas jam buka, terus petugasnya kasih informasi “Buswaynya lama mbak, bisa setengah sampai 1 jam baru datang!” Yah daripada naik angkutan umum yg gak jelas juga kapan sampenya karena macet, yah sudah mending nunggu busway aja di dalam, melatih kesabaran, eh 5 menit kemudian buswaynya datang. Dalam hati bersyukur, untung tadi gak memutuskan naik umum aja, untung juga yah petugas transportasi umum kita gak pernah punya informasi yg bisa dipercaya, coba kalau tadi saya percaya 1 jam buswaynya baru datang, pasti sudah mau marah atau langsung pindah naik bis umum.

Mesti sabar juga pas mau naik bis terus gak dibukain pintu sama penumpang di dalam dengan alasan, “Penuh Mbak, naik belakang aja” Waduh, naik bis berikutnya kan bisa nunggu 15 menit lagi, tapi untunglah ternyata pintunya bisa dibuka, dan setelah saya masuk, ternyata masih ada 10an penumpang lagi yg bisa masuk bis. Terima kasih masih bisa bersabar, karena biasanya saya bisa langsung nyolot kalau digituin.

Yang paling menguji kesabaran adalah kalau harus naik Kopaja 509 di perempatan Cilandak yg mengarah ke Kampung Rambutan. Rasanya tidak sabar pada preman-preman cilik yg kasar dan kurang ajar bahkan pada supir, kenek, dan penumpang. Bis sudah penuh, tapi masih dipaksa untuk masuk bahkan ada orang yg marah karena tidak bisa lagi bergeser, malah ditarik disuruh keluar dari bis. Benar-benar deh sikap yg kurang ajar dari preman-preman kecil itu. Mudah-mudahan ada Polisi yg menertibkan mereka.

Jalanan macet, sabar saja, nanti juga sampai.

Bus penuh, desak-desakan, sabar saja, bentar lagi keluar tol, penumpangnya sebagian besar pada turun kok.

Badan capek, pengen tidur di bus, apa daya, ada pengamen nyanyi pas di samping saya, yah, sabar saja deh, ada orang yg butuh cari nafkah.

Wah benar-benar melatih kesabaran nih. Mudah-mudahan ada perbaikan di dalam diri ini.

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: