My Journey, My Story, and My Dream

October 28, 2011

Sabar – Marah

Filed under: Cuma mikir,Curhat emak-emak — ayacerita @ 12:48 pm

Baru kemarin nulis soal sabar, eh langsung diuji lagi, karena 2 malam berturut-turut saya harus marah.

Ceritanya saya yg sekarang masih nebeng di rumah orangtua di Bekasi harus menghadapi kenyataan bahwa di sebelah rumah ortu sekarang sedang ada proyek pembuatan “entah apa” yg dilakukan oleh SB. Saya bilang “entah apa” karena tidak pernah ada komunikasi dan informasi resmi dari pihak pengembang mau dijadiin apa sih tuh eks rumah dan tanah tetangga kami. Yg ada, tiba-tiba banyak tukang datang terus gali-gali lobang, banyak alat berat, dan beton-beton gede.

Jangan ditanya seberapa berisiknya karena berisik sekali.

Jangan ditanya seberapa banyak debunya karena ya ampun debunya itu sungguh-sungguh bikin polusi udara.

Yang bikin saya marah adalah pekerjaan yg berisik itu pada siang hari menyebabkan Viriya gak bisa tidur siang, nah kalau ngantuk tapi gak bisa tidur, ujung-ujungnya Viriya badmood bangat. Ternyata pada malam harinya, ya ampun, jam 1 tengah malam pekerjaan konstruksi masih dilanjutkan dan dilakukan tepat di sebelah dinding kamar saya.

Terang saja saya senewen, Viriya gak bisa tidur, saya yg bekerja sepanjang hari dan menginginkan tidur malam yg damai mesti terganggu suara berisik ini juga gak bisa tidur. Akhirnya dengan berdaster ria, saya dan Mamah saya mesti keluar rumah dan menegur para tukang yg sedang bekerja itu. Tadi malam kejadian serupa terulang lagi, saya benar-benar marah sampai suara saya seperti orang menangis. Beneran deh saya heran, begini yah aksi korporasi besar melakukan usahanya, benar-benar merugikan penduduk di sekitarnya. Konstruksi yg tanpa hati dan tanpa tenggang rasa dan pengertian ke penduduk sekitar. Seenaknya saja melakukan konstruksi pada tengah malam tanpa ijin dan permisi kepada kami.

Bukan hanya Viriya anak kecil di sekitaran tempat konstruksi, banyak anak kecil lain yg juga terganggu suara dan debu yg dihasilkan. Bagaimana masa depan kesehatan mereka jika tiap hari harus terpapar debu dan bisingnya suara, belum lagi kualitas tidur yg tidak maksimal. Siapa yg mau bertanggung jawab?

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: