My Journey, My Story, and My Dream

November 2, 2011

Lelaki dan celana dalam

Filed under: Keluarga,Simple n ringan aja — ayacerita @ 5:14 pm

Dulu jaman kuis Family 100 lagi heboh-hebohnya, ada 1 pertanyaan yg saya ingat bangat dan dijawab dengan tepat oleh Mamah saya, jadinya semua jawaban disapu bersih oleh Mamah. Pertanyaannya adalah “Apa barang kebutuhan laki-laki yang tidak pernah dibeli sendiri?”

Jawabannya :

  1. Celana dalam
  2. Kaos dalam
  3. Sapu tangan
  4. Kaus kaki
  5. Handuk

Sekian lama mengurus suami dan adik saya yg laki-laki, Denny, Mamah sampai hafal barang apa yang harus dibeli dan kapan harus membelinya. Biasanya sih belanjanya menjelang Imlek, selebihnya kalau kondisi sudah tidak layak, langsung beli lagi. Belanjanya juga di mangga dua yg bisa beli lusinan dgn harga miring dikit.

Nah, sampai saya punya pacar dan berstatus sebagai istri ternyata saya juga harus mengalami hal ini.

Pertama, celana dalam, Bronsen tidak pernah beli celana dalam sendiri, saya yg gerah melihat kondisinya yg sudah tidak layak pakai tapi dia tetap keukeuh pakai, dgn alasan “gak ada yg lihat ini”. Jadi, seumur-umur sayalah yg beliin dia celana dalamnya.

Kaos dalam, gak ada, soalnya Bronsen gak pake.

Sapu tangan, cuma sekali saya kasih pas Sangjit, itu pun dia lupa kalau dia punya sapu tangan. Setelah 3 tahun perkawinan kami, dia baru ngeh ada kotak saputangan yg masih rapi dan sapu tangannya juga masih rapi jali. Dipake hanya 1 helai.

Kaus kaki, juga gak pernah beli sendiri. Saya senantiasa harus terus beliin, apalagi kaus kaki itu barang yg cepet bolongnya.

Handuk. Bronsen tipe yg setia dgn 1 handuk, sebelum handuk itu jadi lap, padahal udah dekil, bau, sobek-sobek, dan saya belum mengkategorikannya sebagai lap, handuk itu akan tetap dipakai. Selama ini sih baru beli 2 buah handuk pas merit aja, plus handuk-handuk sumbangan jaman single dulu. Jadi masih cukuplah untuk tidak dipakai lagi.

Saya tambahin satu lagi, celana kolor, bukan celana dalam, tapi celana pendek yg biasa dipakai pas di rumah aja, karena pinggangnya pakai tali kolor, maka disebut sajalah celana kolor yah. Nah ini dia, Bronsen memecahkan rekor tidak pernah beli celana kolor, padahal tiap hari pasti pake. Saya dan Mamah mertua yg suka beliin. Apalagi kalau sudah sobek di tengah selangkangan, wow!

Hal positif yg bisa saya ambil adalah my lovely hubby adalah orang yg irit dan hemat. Jadi gak perlu beli baju baru, kalau yg lama masih bisa dipakai. Gak usah beli kolor baru, sebelum sobek-sobek. Gak perlu beli kaus kaki baru, kalau sobeknya masih bisa disembunyiin di balik sepatu/celana panjang. Hehehe.

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: