My Journey, My Story, and My Dream

February 22, 2013

Kopaja P20

Filed under: Our Transportation — ayacerita @ 2:12 pm

Waktu awal Februari hujan deras melanda Jakarta dan sudah dipastikan akan membuat susah sebagian besar penduduk Jakarta yang nyata-nyata mengganggu mobilitasnya, apalagi pas jam pulang kantor begini. Begitu pun dengan saya, yang maunya pulang cepat karena Bronsen hari itu baru balik dari Batam, harus rela membaca tweet-nya TMC Polda Metro yang memberitakan dimana-mana macet. Yang hasilnya, Bronsen sudah sampai rumah, saya masih berkubang di daerah Kemang nunggu hujan reda dan jalanan agak longgar dikit.

Pas hujan reda, cepat-cepat pulang menuju halte busway. Tapi sampai halte busway Pejaten, langsung mendapatkan sambutan ramah yang isinya tidak ramah, “Buswaynya lama yah Mbak.” Yah, karena udah tahu pasti begini, yah sudahlah, tunggu aja. Selama-lamanya nunggu busway, setidaknya ada kepastian sampai di halte yang dituju.

30 menit menunggu, kaki pegal, dan akhirnya memilih duduk di depan loket busway. BTW, kenapa bangku besi panjang di halte Pejaten itu dipindahkan ke area luar halte yah? yang butuh duduk itu penumpang apa petugasnya sebenarnya yah? Tapi untungnya, pintu masuk ke haltenya itu rusak, jadi bisa keluar masuk gak perlu beli tiket lagi (padahal baru beberapa hari sebelumnya itu pintu ‘baik-baik saja’ seperti lagu Ratu versi pertama). Bukan busway yang datang malah Kopaja P20 AC yang datang. Sebelumnya dengar-dengar berita bahwa ada Kopaja P20 AC yang terintegrasi dengan jalur busway, yang mana sudah diresmikan keberadaanya oleh Gubernur DKI yang baru itu.

Dalam hati, “mau coba ah” daripada nunggu busway lama, walaupun gak yakin harus bayar berapa yah ongkosnya? Pas di dalam, agak bingung dengan tampilan kopaja baru ini, ada pintu di sebelah kanan dan kiri. Yang kanan sejajar halte busway, yang kiri ukuran biasa dan bisa digunakan saat si kopaja berada di jalur asalnya. Karena mobil baru, ACnya masih dingin, bangkunya masih bagus. Pas tanya ibu kondektur ongkosnya berapa, katanya 5.000 saja. Pas ada yang nanya, “boleh naik gak kalau gak beli karcis yang P20nya?” dijawab “bayar di atas aja”.

Jadi total ongkosnya 8.500 tapi bagi saya saat itu sangat sepadan dengan hasil yang saya dapatkan. Gak usah lama nunggu busway yang ternyata emang lama bangat datangnya, bisa duduk saat ada penumpang turun di halte Kuningan, dan saat kopaja masuk jalur busway yang kosong berarti cepat sampainya. Macet sedikit pas kopaja sudah keluar jalur Busway di ujung Kuningan, yah wajar aja lah, kalo di Jakarta gak macet kan namanya gak wajar yah?

Saya turun di stasiun Gambir, pakai pintu sebelah kiri,  dan ditunggu Bronsen di sana.

Pengalaman yang menyenangkan. Enaknya kalau transportasi di Jakarta senyaman ini yah?

2 Comments »

  1. Baru tau kalo ada kopaja P20 AC, lumayan banget tuh ya.. Tapi ga tau berapa lama umur ACnya sebelom rusak hehe..

    Comment by xoxoanna — February 23, 2013 @ 1:45 pm | Reply

    • Yah gitulah, biasanya kan kita jago bikin gak jago ngerawat yah

      Comment by ayacerita — February 26, 2013 @ 11:41 am | Reply


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: