My Journey, My Story, and My Dream

May 13, 2013

Sudah Waktunya Sekolah Ternyata

Filed under: Sekolah,Viriya — ayacerita @ 4:03 pm

Saat Viriya masuk umur 3 tahun, saya pun mulai browsing-browsing cari informasi tentang sekolah untuk anak usia dini. Bagi orang tua saya yang tidak pernah menyekolahkan anaknya ke TK, Viriya dinilai “kekecilan” untuk sekolah sekarang. Yah saya sih sebenarnya tidak memaksakan Viriya harus sekolah sekarang sih, tapi memang ngaku rada panik juga pas baca sharing-an ibu-ibu yg heboh cari sekolah untuk anaknya walaupun tuh anak baru umur 1,5 tahun. Tapi dengan ketetapan hati, akhirnya memilih sekolah buat di uji-coba-gratiskan (free trial) di Gymboree Emporium Pluit Mall dan Rumah Kepik di Bekasi.

Sebelum membahas 2 sekolah ini, sebelumnya saya punya kriteria sekolah untuk Viriya adalah:

  1. Bahasa pengantar adalah bahasa Indonesia, boleh diajarin bahasa Inggris atau Mandarin, tapi yang utama adalah Bahasa Indonesia.
  2. Karena umurnya baru 3 tahun, sekolahnya max 3 hari saja dalam 1 minggu.
  3. Banyak mainnya, gak maksa belajar baca tulis apalagi dikasih PR segala.
  4. Ada tempat bermainnya, minimal perosotan deh buat aktivitas fisik Viriya.
  5. Gurunya semangat, aktif, ramah, dan mau membantu murid-muridnya dengan setulus hati.
  6. Perbandingan guru dan murid maksimal 1:10
  7. Biayanya gak mahal hehehe (ini mah kemauan emaknya bangat dah)

Balik ke kedua sekolah di atas. Ini benar-benar 2 sekolah bertolak belakang deh. 1 asli impor dari Amerika dan 1 lagi asli buatan Indonesia. 1 pengantarnya bahasa Inggris yang 1 bahasa Indonesia. 1 lokasinya di mall yang 1 lagi lokasinya di rumah besar ada taman berumput yang luas. Menarik kan untuk disimak baik-baik? #maksa.

Pertama trial di Gymboree, ternyata Viriya udah harus masuk level 7 aja tuh, level 1-6 diisi adik-adik mulai dari bayi 6 bulan (saya mah gak kepikiran bayi 6 bulan udah sekolah ^^) sampai 2,5 tahun. Nah Viriya masuk ke level 7 yang untuk usia 3 tahun. Kelasnya di bagi 2, pertama playing class, isinya sebagian besar main, lompat, lari-lari, jalan-jalan, kejar-kejar gelembung sabun, nyanyi-nyanyi, terus baca cerita. Sumpah ngeliatnya aja capek, tapi Viriya kelihatan fun sih, walaupun masih bolak-balik ke saya kalau gurunya nanya sesuatu. Kelas pertama ini tidak dilakukan di dalam kelas tapi di luar kelas, jadi orang tua atau pengasuhnya langsung kelihatan oleh anak-anak yang lagi main, apa sekolah yah? Susah dibedainnya. Di kelas ini gurunya ada 4 sedang muridnya ada 9.

Di sini guru dipanggil Miss dan Mister, tergantung jenis kelaminnya, ngomongnya full bahasa Inggris, cukup fasih sih kalau sepenilaian kuping saya ini, tapi kalau anaknya bingung, mereka langsung translate ke bahasa Indonesia. Selesai playing class, rehat, masuk kelas, anak-anak diajarin cuci tangan di wastafel yang memang pendek posisinya, lap tangan, duduk manis makan snack. Saya yang gak tahu ada snack time gitu agak bingung juga sih karena cuma bawa susu UHT, tetapi ternyata mereka menyediakan snack juga, yah walaupun cuma berupa crackers asin, dan Viriya dengan semangat bilang, “mau!” pas ditanya mau makan crackers apa enggak, sempet nambah pula, kayanya emang lapar beneran nih anak.

Selesai snack time, lanjut deh ke art class. Kali ini gurunya ada 2 orang. Ternyata bulan April kemarin temanya adalah transportasi dan waktu trial kemarin belajar tentang roket dan astronot. Anak-anak diberikan selembar kertas yang ada huruf A titik-titik itu, nanti titik-titiknya ditebalin disambung gitu (sungguh kalimatnya berantakan bangat, semoga dimengerti) jadi deh huruf A. Di sampingnya ada gambar astronot yang bisa diwarnain. Agak khawatir juga sih karena Viriya belum pernah saya ajarin pegang pensil yang benar, yah semaunya dia ajalah. Waktu pertama kali itu masih saya bantu untuk memegang pensilnya dengan benar.

Art berikutnya adalah membuat roket dari kertas. Wah ini kayanya menyenangkan sekali buat Viriya soalnya dia bisa nge-lem dan nempel-nempel kertas dan akhirnya jadi roket. Selesai 2 kegiatan itu, anak-anak duduk di lantai dan belajar berhitung dan mengenal huruf, tentu dengan bahasa Inggris. Untung si Viriya udah hapal lagu ABC, jadi bisa ngikutin.

Selain art class, 1 bulan sekali ada music class, jadi sepanjang sesi kelas itu nyanyi dan menari terus. Cukup fun sih, apalagi pakai alat musik kaya shaker atau marakas gitu.

Mengenai harga, yah pasti lah selesai trial itu saya bisa ngitung sendiri kalau biayanya pasti mahal hehe. Tapi saya dan Bronsen sepakat harga yang ditawarkan memang benar-benar sebanding dengan yang mereka berikan. Tapi karena masih galau akan pindah ke Bekasi kapan, akhirnya kita ambil biaya yang per kedatangan, memang jatuhnya lebih mahal sih. Terus karena kelasnya cuma seminggu sekali di hari Sabtu, saya dan Bronsen bisa nganterin Viriya juga akhirnya.

Nah, kalau di rumah Kepik, Viriya juga senang sih. Nih anak kayanya kalau lihat sekolah ada perosotannya sudah pasti senang deh. Ceritanya Viriya ikut trial untuk kelas playgroup, 1 minggu 3 kali pertemuan. Kebetulan waktu itu Viriya trial di hari Rabu dan teman-teman yg lain pada pakai seragam motif kepik gitu, lucu bangat, Viriya aja mau. Disini gurunya dipanggil tante. Pertama masuk kelas ternyata Viriya harus bisa buka sepatu dan kaus kaki sendiri, ups, mana saya belum pernah ngajarin pula, haha. Tapi untungnya si Viriya mau sih buka sendiri, malah kadang kalau sekarang mau pergi-pergi dia maksa pakai dan buka sendiri kaus kaki dan sepatunya.

Pertama anak-anak duduk di atas karpet kecil dan duduk bersila sampai Viriya mikir ini di vihara bukan sekolah🙂 Gurunya mimpin berdoa terus Viriya dikenalin sebagai anak baru. Habis itu duduk melingkar di meja bundar buat prakarya menyusun puzzle bentuk pesawat terbang, karena ada acara nge-lem lagi, yah tentu saja si Viriya senang. Selesai berprakarya, duduk lagi di lantai, dan guru bercerita, selesai cerita anak-anak cuci tangan dan makan snack. Untung kali ini saya sudah siapin Viriya snack dari rumah, tapi ada juga anak-anak yang bawa makan berat mungkin sekalian sarapan kali yah. Setelah makan, anak-anak berbaris sikat gigi, nah untung juga saya sempat baca tulisan ibu yg pernah trial di sini juga tentang ritual sikat gigi ini. Jadi Viriya juga ikutan sikat gigi seperti teman-temannya, tapi sialnya sikat giginya ketinggalan di Rumah Kepik.

Setelah sikat gigi, anak-anak belajar huruf N dan mewarnai buah Nangka pakai spons dan cat air. Viriya suka bangat sih main sponsnya terus belajar menari. Nah, sesi pertama latihan menari itu sebenarnya untuk anak perempuan tapi karena anak saya itu terlalu bersemangat dia juga mau ikut, yah akhirnya Viriya adalah satu-satunya cowok yang ikut latihan menari lagu Ondel-ondel ^^

Akhirnya kelas selesai, anak-anak pakai kaus kaki dan sepatu sendiri, terus berbaris ke luar menuju orang tua yang sudah setia menunggu. Viriya main dulu di perosotannya, tadi kan datangnya kesiangan. Bayangin aja sudah sampai Rumah Kepik dia masih tidur pulas pakai piyama.

Soal harga, agak murah sedikit dibandingkan Gymboree. Tapi harganya sudah termasuk 2 kali darmawisata. Posisinya di Kemang tapi belum punya jemputan sampai area Summarecon, jadinya masih mikir-mikir juga siapa yg mau nganterin kalau gak ada jemputan.

Terus sekarang sih Viriya masih sekolah di Gymboree. Tapi masih PR nih soalnya dia masih belum mau saya tinggal kalau sudah masuk kelas. Nangis kejer teriak-teriak. Yah akhirnya saya lah satu-satunya emak yang yg masih nungguin di dalam kelas deh. Tapi lumayan senang sih lihat kemajuan Viriya terutama di social skill-nya. Sekarang bisa lebih mudah main bareng dengan teman sebayanya, tapi kalau ditegur atau tiba-tiba ditarik sama gurunya untuk main, wah dia masih marah dan takut. Yang ini memang masih jadi PR saya bangat nih, emang sih agak tenteram karena Viriya sulit sekali dekat dengan orang dewasa jadi kemungkinan diculik bisa ditepis, tapi jadinya susah sekali untuk akrab dengan orang dewasa lain. Mudah-mudahan deh dalam waktu dekat sudah ada perbaikan dan Viriya juga mau ditinggal di dalam kelas sendirian.

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: