My Journey, My Story, and My Dream

June 11, 2013

Jalan-jalan dengan Viriya

Filed under: Curhat emak-emak,Our Transportation,Viriya — ayacerita @ 5:45 pm

Ingat waktu masih gadis, ciee, di kantor lama. Manajer saya bawa anaknya saat outing kantor, dan si anak sungguh sangat excited bangat pas ikut naik bis bareng rombongan, padahal cuma dari hotel ke tempat makan (dari rumah ke Bandung dia naik mobil sendiri). Terus pas ngobrol sama mamihnya ternyata anaknya belum pernah naik kendaraan umum dan saat itu pertama kalinya naik bis. 1 kali pernah naik bajaj sama susternya. Setelah itu gak pernah lagi. Nah, pas punya anak gini, saya dengan semangat mau ajak Viriya sejak dini naik kendaraan umum.

Kalau naik mobil dan motor, syukurlah sudah bisa, antara sama papah dan mamahnya, atau sama ciuciu-nya atau sama kungkungnya. Naik becak, seringlah kalau ke pasar, naik delman pernah waktu berkunjung ke pasar mingguan di lokasi GOR Bekasi. Naik KRL, ini lebih sering lagi, nah kalau naik KRL pasti ke rumah di sambung naik bajaj. Jadi cukup sering juga naik bajaj plus naik taksi juga. Naik bis pernah juga, dan pertama kali naik bis itu waktu jalan-jalan bareng anak sekolah minggu ke Taman Bunga Puncak. Naik busway juga sudah pernah, naik perahu cuma waktu ke Ancol atau main bebek-bebekan di Taman Mini, dan terakhir naik pesawat juga sudah pernah.

Btw, semua perjalanan dengan naik kendaraan umum, hampir 98% saya jalani cuma berdua dengan Viriya, tanpa Bronsen. Karena kalau Bronsen ada yah pasti naik mobil, tapi kalau Bronsen gak ada, dan sampai sekarang saya tidak berani nyetir mobil, akhirnya dengan tanpa ragu, saya selalu ajak Viriya naik kendaraan umum. Sekali-kalinya naik kereta dengan Bronsen waktu harus ambil mobil di Bekasi dan naik bebek-bebekan di Taman Mini, Bronsen yang ngayuh, saya pura-pura ngayuh🙂

Naik KRL

Pertama kali naik KRL, saya memang tidak berani sendiri saja plus gendong-gendong Viriya. Kok rasanya ribet bangat yah, sudah harus gendong bayi terus harus bawa-bawa peralatan lenong, bagaimana nanti kalau BAB di jalan? bagaimana nanti kalau muntah? dan bagaimana bagaimana lainnya. Akhirnya pertama kali ajak Viriya naik KRL itu saya harus dijemput Denny. Jadi Denny jemput, terus bareng-bareng naik kereta. Fungsi Denny adalah bantuin bawa tas saya.

Berikutnya saya memberanikan diri naik KRL dari Kota ke Bekasi ajak Viriya tanpa dijemput dulu, alias sendirian. Segala kerempongan dimulai. Mulai dari apakah saya harus pakai kain gendongan tradisional, atau pakai yg gendongan monyet, atau pakai gendongan Bobywrap? Terus barang apa saja yg harus saya bawa. Gak boleh banyak-banyak karena satu tangan gendong Viriya, jadi bawa barangnya harus cukup 1 tangan. Perjalanan pun dimulai.

Dengan menggendong Viriya dengan kain jarik dan tas baby ukuran sedang berisi baju ganti 2 stel, tisu kering, tisu basah, air putih di botol 300ml, pampers, kantong plastik, dan nursing wrap. Pokoknya tasnya gak boleh berat-berat. Naik bajaj dari rumah, angin sepoi-sepoi membuat Viriya tidur pulas. Waduh, bayi yang tidur di gendongan itu membuat berat badannya naik 2 kali lipat, makin berat bow. Turun dari bajaj hati-hati, duit buat bayar bajaj dan beli tiket KRL udah disiapin di tangan, atau di kantong celana, atau kantong tas bagian luar. Beli tiket, pas masuk KRL yg masuk jalur 10 yang posisi peronnya rendah, bikin saya harus agak berusaha lompat dikit untuk naik masuk ke kereta. Saya panggil  petugas KRL, minta tolong pegangin tas dan tangan saya supaya gampang naik. Duduk manis di gerbong khusus wanita, Viriya baru bangun pas di stasiun Keranji (pulas bangat kan tidurnya?). Dijemput kungkung di Stasiun Bekasi naik motor, dan sampai di rumah popoh.

Rutinitas ini terus berulang, sampai Viriya bisa jalan, bisa ngomong, dan sekarang waktunya sudah beli tiket sendiri karena umurnya sudah lebih dari 3 tahun. Kalau Viriya gak tidur, gampang bangat naik kereta. Tapi kalau dia tidur, duh ribet gendongnya. Makanya saya bawa tas gak mau berat-berat.

Pernah sekali waktu naik kereta dari Kota ternyata ada gangguan sinyal, padahal udah 1 jam duduk di dalam KRL di jalur 10. Tiba-tiba sudah 1 jam berlalu, disuruh pindah ke jalur 11, what the ***. Bayangin aja, sudah bawa balita, bawa tas juga, plus barusan saya beli whiteboard buat Viriya supaya gak bosan karena kelamaan nunggu kereta, eh disuruh pindah jalur. Ribet bener. Karena sudah 1 jam, saya sih sudah pasrah gak dapat duduk, tapi biasanya kan ada orang tergerak hatinya lihat ibu bawa anak gak dapat duduk yah? semoga ada penumpang baik. Tapi untungnya walaupun susah bangat naik kereta sambil rebutan sama ibu-ibu yg lain dan gendong Viriya, dapat duduk juga sih walaupun pas-pasan, Viriya saya pangku sambil pegangin whiteboardnya. Tas baby saya taro di bagasi atas, masalah dompet dan HP di tas itu, saya cuekin sementara dulu sambil tetap waspada. Ribet juga kan kalau harus pangku Viriya sambil pegangin whiteboard dan pegangin tas, mengingat tangan saya cuma 2.

Masalah kemudian yg timbul pas Viriya lepas pampers adalah dia kebelet pipis. Untung sudah di stasiun Keranji (1 stasiun sebelum stasiun Bekasi). Saya sebenarnya sudah mempersiapkan botol kosong, tapi Viriya gak mau pipis di botol, maunya di toilet. Saya jelasin baik-baik kalau di kereta gak ada toilet, jadi pipis di botol dulu. Viriya tetap gak mau. Ada ibu-ibu yang menyarankan agar Viriya pipis aja dekat pintu, yang pastinya saya tolak. Jadinya saya hanya minta Viriya tahan sebentar, nanti di stasiun Bekasi ada toilet, dan saya berdiri dan menggendong dia sambil berusaha mengalihkan perhatiannya. Sesampainya di stasiun Bekasi saya langsung lari ngebut ke toilet. Untung keburu dan Viriya gak ngompol. Horeee!!!

Yang naik busway, angkot, dan naik pesawat nyambung ke postingan berikutnya yah.

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: