My Journey, My Story, and My Dream

June 24, 2013

Naik Busway yuk

Filed under: Our Transportation,Viriya — ayacerita @ 4:54 pm

Melanjutkan kisah naik transportasi umum bareng Viriya, kali ini naik busway, salah satu kendaraan kebanggan Jakarta, yang ditiru sama kota-kota besar lainnya di Indonesia.

Pertama kali naik busway pas umur Viriya 1 tahun lebih, yang juga gak diingat sama Viriya karena terlalu kecil. Waktu itu kami pergi bareng-bareng sama saudara ipar beserta anak-anaknya.

Yang ke-2 tapi berasa jadi yang perdana buat Viriya adalah pas bulan lalu saya ajak Viriya nonton Meet and Greet Mickey Mouse di Kemang Village. Viriya yang memang lagi masanya sangat suka sama tokoh-tokoh Disney antusias bangat pas saya bilang mau ajak dia nonton Mickey Mouse, dan saya juga bilang ke dia kalau kita akan naik busway, mobil bis yang besar.

Dari rumah di Teluk Gong berangkat jam 10an. Naik becak sampai ke pinggir jalan raya, sengaja naik becak supaya menghemat tenaga Viriya buat nanti di Kemang Village yang gak tahu sampai jam berapa. Pas di jalan raya naik angkot B06 (kalau naik angkot dia sudah cukup sering sih) turun di halte busway Pejagalan. Melihat tangga yang tinggi Viriya senang aja dan mulai naik, pas sampai di atas baru ribut capek🙂

Di halte Pejagalan ada kursi panjang yang hanya terdiri dari 2 besi panjang yang jarak antara besinya itu sekitar 20cm, dan sungguh tidak nyaman untuk diduduki. Viriya aja pas duduk gak sampai 5 menit udah bilang pantatnya sakit dan harus saya pangku akhirnya. Sekitar 7 menit menunggu busway yang ke arah Kota, pas buswaynya datang, saya cepat-cepat tuntun Viriya untuk segera masuk busway. Tapi yah Viriya itu bukan tipe anak yang bisa langsung akrab dengan orang dewasa yang baru dikenal, jadi pas mau dibantu masuk oleh kondektur Busway, dia malah panik dan balik badan ke saya. Pas duduk nyaman di busway, komentar pertamanya, “Di dalam busway adem yah” wkwkwk, memang kebetulan saat itu cuaca sangat panas tidak bersahabat, untung busway Koridor 12  itu masih baru dan ACnya dingin bangat.

Sampai di Kota harus transit pindah busway yang ke arah Blok M. Gak lama juga kok nunggunya dan dapat duduk pas di belakang supir. Viriya saya dudukin di kursi, selain karena saya bayar full untuk dia (ada peraturan kalau anak di atas 2 tahun naik busway harus bayar full) dia juga lebih nyaman duduk sendiri sambil ngintip supir yang ada di depannya. Plus ngintip kamera CCTV yang ternyata ada 4 buah dan layarnya lumayan kelihatan dari tempat duduk saya.

Sepanjang perjalanan, Viriya cukup antusias apalagi pas lihat Monas, air mancur, patung ibu-bapak (alias patung Selamat Datang), patung Jenderal Sudirman, dan pemandangan lainnya. Tapi yah dasar anak-anak, lama-lama dia ngantuk dan minta dipangku. Untung gak  sampai ketiduran, busway sudah sampai terminal Blok M. Kami pun turun dan melanjutkan perjalanan dengan taksi sampai ke Kemang Village.

Besoknya saya juga ajak Viriya untuk mengikuti Puja Tara di center KCI di Slipi. Kali ini naik buswaynya dari halte Jembatan 3 yang mengarah ke Kuningan-Pinang Ranti. Lebih dari 10 menit buswaynya baru datang dan agak penuh, tidak ada kursi kosong. Saya langsung ke kursi khusus dan meminta dengan sopan seorang Bapak yang sedang duduk disana agar bisa memberikan tempat duduknya kepada saya. Karena busway agak penuh jadinya ACnya gak gitu berasa dingin, Viriya juga agak bingung dengan suasana busway yang agak penuh ini, tapi sebenarnya dia cukup menikmati perjalanan ini kok.

Dan kesan-kesan dari Viriya setelah naik busway 2 kali adalah : Viriya mau naik busway lagi!

PS : Dulu di stasiun Kota ada antrian khusus ibu hamil, manula, ibu bawa anak, dan orang cacat. Sayangnya sekarang tidak ada lagi jadi harus antri bercampur baur dengan penumpang lain. Antrinya sebenarnya tidak masalah tapi dorong-dorongannya itu yg bahaya. Semoga saja BLU Transjakarta bisa membuat pintu untuk antrian khusus ini yah.

4 Comments »

  1. halo, numpang tanya..saya bukan org jakarta dan buta jalan.
    saya dari bsd mau ke teluk gong, kira2 harus naik kendaraan apa?
    kl bisa yg aman sperti bus trans bsd/busway, krn kalo naik angkot/kopaja saya takut kesasar..
    terima kasih

    Comment by nov — November 6, 2013 @ 6:29 pm | Reply

    • Saya coba bantu yah. Harusnya dari BSD ada feeder yang ke Kota, dari Kota kalau saya biasa naik bajaj langsung. Soalnya sudah tanggung rute buswaynya.

      Comment by ayacerita — November 28, 2013 @ 5:38 pm | Reply

  2. mba kalo dari kota ke daerah teluk gong / kapuk utara itu lumayan jauh ga ? kalo naek busway dari kota mmg ga bs ke tl gong ya ?

    Comment by Diah Pujiastuty — August 14, 2014 @ 4:35 pm | Reply

    • Buswaynya cuma sampai jembatan 3, jadi masih harus naik angkot lagi.
      Jadinya kalau saya langsung aja naik angkot dari Kota.

      Comment by ayacerita — August 20, 2014 @ 2:06 pm | Reply


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: