My Journey, My Story, and My Dream

July 5, 2015

5 Tahun, Waktunya Imunisasi Booster

Filed under: Cuma mikir,Curhat emak-emak — ayacerita @ 11:01 am

Setelah merayakan ulang tahun yang ke 5 di sekolah, buka kado dari teman-teman, makan-makan bareng keluarga, hal berikutnya yang harus dilakukan sang emak di umur 5 ini adalah cek jadwal imunisasi booster.

Sesuai jadwal IDAI tahun 2014, di umur 5 ini, Viriya harus mendapatkan imunisasi booster tifoid dan MMR. Sayangnya waktu ke Markas Sehat untuk imunisasi simultan 2 suntikan ini, vaksin MMR lagi kosong dan dapat antrian yang ke 50 kalau mau indent. Kalau baca dari diskusi di milis, ternyata memang sudah lama nih vaksin MMR kosong, plus vaksin Varicella (cacar air) juga kosong. Beberapa teman bilang anaknya keburu kena cacar air karena belum sempat vaksin Varicella karena stok kosong. Kasihan yah, semoga negara kita cepat-cepat bisa memproduksi semua vaksin yang sangat dibutuhkan oleh anak Indonesia.

Balik ke rencana imunisasi, akhirnya setelah hubungi klinik sana-sini, berhasil menemukan klinik imunisasi di Percetakan Negara yang bilang punya stok vaksin MMR, hore, saya book 2 buah, selain untuk Viriya, saya juga ma divaksin MMR untuk persiapan hamil anak ke dua. Dua kali batal janji karena yang mau disuntik ternyata batuk pilek dan karena MMR adalah vaksin hidup, direkomendasikan harus disuntik dalam kondisi badan sehat, akhirnya minggu lalu jadi juga deh imunisasi MMRnya.

Saat di klinik, dokter yang juga pemilik klinik memeriksa buku imunisasi Viriya dan memuji-muji saya sebagai emak yang penuh perhatian terhadap jadwal imunisasi anaknya hehe. Menurut dokter ada 4 imunisasi yang saya ketinggalan : 1. Rotavirus (gak saya ambil dan tidak disarankan juga sekarang diambil, vaksin rota baru ada pas Viriya udah umur 1 tahunan), 2. PCV (emang keputusan saya untuk gak ambil karena strain yang ada di vaksin PCV waktu itu baru sedikit dan gak yakin kuman yang ada di strain tersebut adalah kuman yang ada di Indonesia plus harganya mahal juga, sayang aja udah mahal tapi gak tepat sasaran, tapi selama ini saya upayakan mengikuti perkembangan vaksin ini, jika memang sudah layak Viriya untuk mendapatkan, pasti akan diberikan), 3. Influenza (selain harus disuntik di tempat Bronz bekerja, saya yang sudah pernah dapat vaksin (waktu di kantor lama, semua vaksin dicover hehe), tetap aja kena flu juga, jadi lebih karena belum yakin efektivitas imunisasi ini), 4. Hepatitis A yang ke dua (ini yang saya bingung, sesuai buku, Viriya sudah pernah dapat di umur 2 tahun, tapi kok gak ada boosternya di 6-12 bulan kemudian. Suami  yakin bangat kalau saya gak mungkin ketinggalan 1 imunisasi pun karena saya memang sangat aware akan hal ini, tapi saya juga jadi bingung kenapa ga ada jejaknya di buku. Kemungkinan pas imunisasi booster, buku ketinggalan jadi gak kecatat. Sekarang masih berupaya mengingat apakah sudah pernah atau belum yah).

Saya bukan tipe setia pada satu dokter untuk imunisasi, bagi saya, imunisasi bisa dimana saja dan tidak harus di dokter anak. Bisa saja di dokter umum asalkan dia menyediakan vaksin tersebut dengan kondisi penyimpanan sesuai syarat. Biasa di klinik yang menyediakan imunisasi, akan ada chiller tempat menyimpan vaksin. Pada umumnya, vaksin harus disimpan di suhu 2-8 derajat Celcius. Kurang atau lebih dari itu, kuman akan rusak dan vaksin sudah tidak efektif lagi jika pun disuntikan. Jadi gak asal pilih dokter/klinik juga, kita pun harus mengecek kondisi penyimpanan vaksinnya.

OK, jangan lupa yah untuk selalu mengikuti jadwal imunisasi anak dengan benar. Cek langsung aja ke jadwal IDAI terbaru. Jangan salahin dokter kalau dokter lupa bilang untuk kembali lagi beberapa bulan ke depan untuk imunisasi A-I-U-E-O karena imunisasi anak itu sebenarnya tanggung jawab orang tuanya, bukan tanggung jawab dokter. Ibarat mau memberangkatkan anak ke medan perang, yang gak dapat imunisasi cuma bawa diri aja plus doa orang tua; sedangkan anak yang dapat imunisasi akan berangkat ke medan perang dengan doa orang tua, rompi anti peluru, pistol, plus perisai kalau perlu.

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: